UMK Cianjur Tak Naik, Serikat Buruh Sakit Hati

ILUSTRASI: Foto uang hasil gaji bekerja.(dok Jawapos)

RADARCIANJUR.com – Serikat buruh Cianjur yang diwakili Serikat Buruh Nasional (SPN) Kabupaten Cianjur menyebut keputusan Gubernur telah melukai hati kaum buruh.

Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Cianjur, Hendra Malik mengatakan, pihaknya kecewa dan merasa sakit hati akibat keputusan gubernur terkait UMK Cianjur diketahui tidak ada kenaikan alias nol persen. “Cianjur sesuai keputusan gubernur Jabar tak ada kenaikan alias nol persen atau sama dengan tahun berjalan,” ujar Hendra, Rabu (1/12).

Menurutnya, hal tersebut tidak hanya melukai hati buruh di Cianjur tetapi setiap buruh yang tinggal di provinsi Jawa Barat.
“Tentunya bukan hanya kaum buruh Cianjur yang merasa sakit hati, tetapi kaum buruh di Jawa Barat juga merasakan hal yang sama,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Selasa (30/11/2021), semua serikat buruh di Cianjur merangsek turun ke jalan berbondong-bondong menuju Gedung Sate Bandung.

Serikat buruh di Cianjur sempat melakukan sweeping perusahaan, Selasa (30/11/2021) pagi untuk mengajak karyawan yang sedang bekerja berunjukrasa ke Gedung Sate Bandung.

Ribuan buruh yang sedang bekerja berhenti beraktivitas dan keluar pabrik. Sekitar lima ratus meter dari lokasi pabrik Pou Yuen Indonesia, serikat buruh sudah menunggu dengan mobil komando untuk bersama-sama menuju Bandung.

Selasa (30/11/2021) merupakan hari terakhir buruh berunjukrasa di Gedung Sate Bandung.

Seorang karyawan, Siti (30), mengatakan upah Rp2,7 juta saat ini masih dirasakan kurang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. “Ada cicilan ke Bank, jadi yang diterima Rp2 juta kurang, itu untuk hidup saya sama suami dan dua anak,” ujarnya.

Siti menuturkan, suaminya kerja tak tentu karena kebanyakan pabrik saat ini hanya mempekerjakan kaum perempuan. “Suami saya kerja serabutan, penghasilan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dari gaji bulanan saya sebagai buruh pabrik,” pungkasnya.(byu)