Wisata Curug Pancuran Bojongpicung Masih Minim Akses Jalan

Wisata curug Pancuran yang berada di Kampung Cikupa, Desa Kemang, Kecamatan Bojongpicung masih minim akses jalan

RADARCIANJUR.com -Wisata curug Pancuran yang berada di Kampung Cikupa, Desa Kemang, Kecamatan Bojongpicung dapat ditempuh perjalanan sekitar 30 menit dari pertigaan Pasar Ciranjang.

Curug tersebut memiliki potensi tinggi, namun akses jalan masih terjal menyusuri Sungai dan memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk mendatangi kawasan itu.

Suasananya masih asri dan alami, berada di kawasan pedesaan diapit oleh bukit dan perkebunan menjadikan kawasan ini patut dikunjungi oleh pencinta curug.

Tak sulit mencapai curug, setiba di ujung perkampungan ada sebuah jembatan dan terakhir kendaraan roda dua bisa diparkir. Untuk kendaraan roda empat bisa diparkir di halaman sebuah warung.

Muda-mudi dengan memegang kamera tanpa alas kaki akan terlihat ketika kita tiba di bibir sungai. Setelah menempuh sekitar 10 menit berjalan kaki, perjalanan selanjutnya untuk menuju Curug Pancuran dengan menyusuri sungai.

Aliran air yang jernih dan suasana segar udara membuat perjalanan tak akan terasa. Ketinggian air sungai rata-rata hanya memiliki kedalaman sekitar 10 sentimeter dari tumit.

Tiba di lokasi terlihat batu-batu besar yang biasa digunakan pengunjung beristirahat menjadi tujuan akhir.

Warga sekitar Asep Iwan (20) yang juga sebagai pemandu, mengatakan, satu air terjun besar dan dua air terjun kecil mengapit Curug Pancuran.

“Di kawasan ini Curug Pancuran merupakan yang paling dekat, ada tiga Curug lagi yang memiliki ketinggian air berbeda-beda di wilayah Kecamatan Bojongpicung,” katanya

Menurutnya, pengelolaan Curug masih memiliki konsep sederhana dan tak ada biaya tiket masuk atau retribusi ketika menuju Curug Pancuran.

Saat ini Asep, menjadi penunjuk jalan di sungai dan kebun ketika ada pengunjung datang.

“Kami biasa memandu pengunjung yang datang, kebanyakan memang remaja dari sekitar sini saja yang suka datang menghabiskan waktu liburan di Curug,” pungkasnya (byu).