Libur Panjang Awal Tahun, Volume Sampah di Kota Wisata Melonjak

Pengangkutan sampah di jalur protokol Cipanas oleh sejumlah petugas. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pasca libur panjang natal dan tahun baru, volume sampah di wilayah Kota wisata Cipanas mengalami peningkatan sekitar 30 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang cenderung berkurang karena masih diterapkan pembatasan akibat pandemi Covid-19.

Koordinator K3 Kecamatan Cipanas, Dede Ichsan mengungkapkan, ketiga kalinya di masa pandemi Covid-19, volume sampah di libur panjang natal dan tahun baru tahun kali ini mengalami peningkatan hingga 30 persen.

“Tahun ini volume sampah kembali mengalami peningkatan hingga sekitar 30 persen. Itu pun dari pelaku wisata seperti hotel dan objek wisata yang ada di wilayah Kecamatan Cipanas,” kata Dede, Minggu (2/1/2022) malam.

Menurutnya, peningkatan tersebut disebabkan karena tahun ini kondisi pandemi sudah kembali berangsur membaik. Sehingga tidak begitu dilakukan pengetatan di sejumlah objek vital.

“Untuk sampah rumah tangga terbilang normal kang. Tapi ada kenaikan dari sampah pariwisata sekitar 30 persen dan sampah lintasan 10 persen yang datang ke Cipanas, bukan warga asli disini,” terangnya.

Kendati begitu, Dede mengatakan, penanganan sampah tetap ditingkatkan terus. Bahkan ia terus mengimbau di setiap masing-masing desa, untuk lebih digalakkan lagi pengelolaan sampah secara maksimal.

“Apalagi di musim hujan seperti ini, kadang banjir dimana-mana. Salah satunya dari sampah yang dibuang sembarangan,” ucapnya.

Dede menjelaskan, sampah Cipanas biasanya berkisar rata-rata berkisar 60 kubik perhari. Tetapi kali ini sekitar 80 kubik. Itu artinya peningkat volume sampah sekarang ada.

“Memang disetiap tahun biasanya akan ada penyampah baru. Itu terjadi karena sistem urbanisasi yang bermunculan di Cipanas ini. Jadi tidak heran kalau setiap hari hingga tahunnya sampah kemungkinan akan naik,” paparnya.

Penambahan personel pun, dikatakan Dede, tidak begitu banyak. Hanya beberapa orang saja dari rumah singgah sampah Cipanas yang tetap diterjunkan.

“Iya semacam personil dadakan. Itupun paling hanya beberapa hari saja di kerjakannya, kalau lagi banyak yang dikerjakan” kata dia.

Tak hanya itu, Dede mengaku, selama ini pihak K3 Cipanas selalu aktif memberikan himbauan kepada masyarakat. Baik berupa sosialisasi maupun mengingatkan langsung kepada warga yang membuang sampah.

“Harapan kami di tahun 2022 ini setiap desa bisa memiliki alat angkut sendiri. Agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kebersihan secara maksimal. Apalagi jika di Cipanas ini bisa menjadi kawasan yang bebas sampah,” pungkasnya. (dan)