Siap-siap! Ratusan Ribu Anak SD di Cianjur Bakal Segera Divaksin Covid

RADARCIANJUR.com – Sekitar 250 ribuan anak Sekolah Dasar (SD) usia 12 tahun ke bawah akan segera menerima vaksinasi Covid-19 mulai pekan depan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Himam Haris kepada wartawan, Senin (3/12/2021).

“Jadi sekitar 250 ribu siswa SD usia 12 tahun ke bawah akan segera menjalani vaksinasi Covid-19,” kata Himam dalam keterangan tertulisnya.

Pada tahap pertama, Himam menyebut, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak SD itu akan diprioritaskan bagi kelas 4, 5 dan 6, yang kemudian dilanjut murid kelas 3, 2 dan 1.

“InsyaAllah mulai tanggal 11 Januari atau hari kedua masuk sekolah akan mulai dilaksanakan di seluruh kecamatan,” katanya.

Kedepan, lanjutnya, pelaksanaan vaksinasi akan bekerjasama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang dibantu unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincam) atau Muspika di setiap kecamatan.

“Semoga Dinas Kesehatan dapat mempersiapkan vaksin untuk kelangsungan vaksinasi di setiap sekolah yang ditunjuk,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy mengatakan, setelah target vaksinasi umum terlaksana, maka akan dilanjutkan dengan vaksinasi anak usia 6-12 tahun. Secara ketersediaan, pihaknya menjamin stok vaksin aman untuk kebutuhan vaksinasi anak di usia tersebut.

“Kita saat ini masih menyelesaikan target vaksinasi umum terlebih dahulu yang tersisa lima persen. Karena untuk lansia itu sudah mencapai target, kemungkinan kita laksanakan pada tahun depan,” ujarnya.

Lanjut Irvan, untuk jumlah anak di Kabupaten Cianjur yang akan divaksin berjumlah 15 persen dari total penduduk Kota Santri atau sekitar 200 ribu anak. Hal tersebut dirasa tidak menjadi kendala dengan stok vaksin yang tersedia.

Secara teknis, nantinya pelaksanaan akan dilakukan di sekolah-sekolah seperti vaksin yang biasa dilakukan. Selain itu, vaksin anak bisa digelar di sentra-sentra vaksin atau dipusatkan di satu sekolah, sehingga mempermudah anak maupun orang tua.

“Kalau teknisnya, sementara kita akan lakukan ke sekolah-sekolah, atau bisa juga nanti dipusatkan di salah satu sekolah agar lebih mudah juga,” tuturnya. (dan)