Puluhan Sekolah Dasar Ajukan Marger

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Puluhan Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Cianjur mengajukan merger (penggabungan).

Total sebanyak 47 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Cianjur ingin melakukan penggabungan.

Sejumlah Sekolah Dasar (SD) tersebut mengajukan karena memiliki sangat dekat dengan sekolah SD lainnya serta jumlah siswa yang sedikit.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Cianjur, Yazid Ahmad mengatakan, total sekolah dasar (SD) di Kabupaten Cianjur ada sebanyak 1.252 tersebar diberbagai wilayah.

Dari sekian sekolah yang mengajukan merger, ada 47 Sekolah Dasar (SD).

“Tapi nanti akan berkurang karena ada beberapa sekolah yang mengajukan merger. Sudah kami proses artinya sudah berjalan mulai kami verifikasi ke sekolah yang mengajukan merger itu,” katanya.

Yazid menambahkan, pengajuan marger yang diajukan sejumlah SD karena berbagai pertimbangan.

“Pertimbangannya adalah, kenapa mereka mengajukan merger, itu dalam rangka efisiensi dan efektivitas. Karena banyak sekolah yang seampar, misalnya di satu komplek ada dua sekolah, tapi sekolah tersebut siswanya hanya sedikit kemudian lokasinya sangat berdampingan,” ujarnya.

Selain itu marger yang dilakukan atas inisiatif dari pihak sekolah, orangtua, siswa dan komite dilibatkan melalui hasil musyawarah.

“Ada berita acaranya, maka ditindak lanjuti permohonan untuk mengajukan merger, dengan verifikasi apakah memang sekolah layak di merger atau tidak,” terangnya.

Dari beberapa pengajuan lanjut Yazid, bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran agar semakin baik.

“Tapi, dari sekian yang mengajukan merger memang kelihatannya sangat realistis, dan itu akan bisa meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran,”terangnya.

Yazid menjelaskan, pihaknya juga sudah melakukan verifikasi hampir ke semua lokasi. Kemungkinan ada yang memang tidak disetujui ketika lokasinya tidak satu ampar, atau satu komplek dan berjauhan.

“Itu akan kami pertimbangkan, karena di samping jumlah siswa juga lokasi serta jumlah pengajar jadi bahan utama untuk kriteria,” pungkasnya (byu).