Belum Ada Solusi Gaji Guru Honorer

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com -Guru honorer di Kabupaten Cianjur masih berkutat dalam hal kesejahteraan. Padahal bebannya kerja sama dengan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Selama ini banyak guru honorer masih menerima gaji seadanya ataupun tergantung dari keluarnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bantuan tersebut diterima empat bulan sekali. Hal itu menjadi realita yang tak aneh di Kabupaten Cianjur.

Salah seorang guru honorer yang telah mengabdi selama 17 tahun yang namanya tidak mau disebutkan mengeluhkan gaji yang diterimanya tak kurang dari satu juta rupiah setiap bulanya. “Keluhan saya sebagai guru honorer yakni masalah kesejahteraan, gaji Rp950 ribu yang saya terima tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Padahal ia harus memenuhi kebutuhan tiga orang anak dan istrinya dengan menerima gaji hanya empat bulan sekali. Ia berharap kepada pemerintah untuk menaikkan gaji agar lebih layak dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Saya berharap pihak terkait bisa membantu mensejahterakan lagi guru honorer, saya jadi guru honorer itu dari 2006 awal sampai dengan sekarang, dari mulai gaji Rp150 ribu saya diangkat jadi guru honor sampai dengan sekarang 2022 saya dapat gaji Rp950 ribu,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Cecep Alamsyah mengatakan, pihaknya telah berkomitmen untuk kesejahteraan guru honorer, namun hingga kini belum memiliki solusi.

“Itu menjadi pemikiran kami karena memang kawan-kawan kita yang guru honor itu kan memang fungsinya vital, fungsinya sama dengan pegawai negeri. Problemnya sekarang adalah dana yang tersedia di kami juga terbatas,” kata Cecep.
Cecep menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait perihal gaji guru honorer. “Nanti kami akan diskusikan dengan dinas pendidikan apa yang kira-kira bisa disampaikan ke para guru honorer. Jadi kebutuhannya apa yang paling realistis bisa diberikan,” ujarnya.(byu)