Bermain Medsos Jangan Asal Konten

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Era digital saat ini, banyak sekali masyarakat yang terjerat bahkan ‘berulah’ di dunia maya. Tak sedikit permasalahan itu muncul karena postingan-postingan yang membuat kalangan geram dari mulai penistaan, kekerasan hingga pelecehan.

Ternyata, dibalik itu semua, para pelaku kurang memiliki perhatian dari lingkungan sekitarnya. Sehingga melakukan hal yang tidak sepantasnya di dunia digital khususnya media sosial.

Pakar Informasi dan Telematika Unpi Cianjur, Asti D Andriani mengatakan, rata-rata para pelaku atau pemilik akun tersebut memang mencari perhatian publik melalui medsos dengan prilakunya.

“Dengan hadirnya medsos beragam fitur yang disuguhkan, membuat masyarakat membuat himpunan untuk pembenaran atas tindakannya atau informasi yang diterimanya,” ujarnya.

Meskipun payung hukum sudah kuat, namun tetap saja didapati masyarakat yang tidak merasa takut dengan adanya ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Selain itu, patroli digital pun dibentuk oleh pemerintah yang bekerjasama dengan TNI, Polri dan BIN untuk mengawasi konten negatif yang bertebaran di dunia maya.

“Regulasinya tidak main-main, bagi orang yang melanggar UU ITE dengan hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda hingga Rp1 miliar,” tuturnya.

Masyarakat pun diimbau untuk bisa lebih bijak dalam berselancar di dunia maya terlebih membuat konten di medsos.

“Jadi perlu saring sebelum sharing konten di medsos. Yang paling baik, bukan hanya penyelesaian kasus hukum, tapi upaya prefentif pemerintah agar masyarakat tidak terjerat payung hukum,” tutupnya. (kim)