Cianjur Belum Lakukan Vaksin Booster

RADARCIANJUR.com- Pemerintah Pusat sudah mulai melakukan vaksin tahap ketiga atau vaksin booster pada Rabu (12/1) kemarin. Upaya tersebut dilakukan dengan mengerahkan semua unsur dari mulai Kementerian Kesehatan, TNI, Polri dan Badan Intelejen Negara.

Melalui Kepala Staf Presiden, Moeldoko, vaksin tahap ketiga ini sangat penting untuk menangkal virus yang saat ini tengah melanda dengan bermutasi menjadi varian baru.

Meskipun, masih terdapat daerah yang harus kembali menggenjot target vaksinasi yang belum terpenuhi. Seperti halnya Kabupaten Cianjur.

Saat ini, Cianjur baru memenuhi target dosis pertama 70 persen dan dosis kedua 30 persen. Sehingga belum bisa untuk melaksanakan vaksin booster.

“Untuk vaksin booster kita belum lakukan, karena targetnya terpenuhi. Minimal itu dosis keduanya harus 60 persen, kalau dosis pertama sudah terpenuhi kita,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy.

Lanjut Irvan, untuk vaksin booster yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat, terdapat dua pilihan yakni berbayar dan cuma-cuma atau gratis. Namun, untuk teknis tersebut, pihaknya belum menerima arahan langsung.

Selain itu, penerima vaksin booster ditentukan berdasarkan jenis vaksin yang diterima saat dosis pertama dan kedua.

“Kalau jenisnya tergantung penerima pada dosis pertama dan kedua, misalnya Sinovac, nanti boosterya Sinovac juga,” ungkapnya.

Sementara untuk penerima pertama vaksin booster, jika dilihat dari kerentanan, orang lanjut usia (lansia) akan menjadi prioritas pertama dalam penerimaan vaksin ketiga ini.

Kurang lebih 200 ribuan dosis akan disediakan Dinkes Kabupaten Cianjur untuk menyuntikan vaksin tahap ketiga tersebut kepada lansia.

“Jika dilihat dari kerentanan itu lansia, maka kemungkinan lansia terlebih dahulu untuk diberikan vaksin booster,” tutupnya. (kim)