Cianjur Belum Terapkan e-KTP Digital

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Kartu tanda penduduk eletronik atau disebut dengan e-KTP akan berbentuk Digital. Kartu yang berfungsi untuk menunjukkan identitas sebagai versi baru dari e-KTP tengah di uji Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di 58 Kabupaten dan Kota di Indonesia.

Aplikasi Identitas Digital (Digital ID) ini bisa diunduh melalui toko aplikasi yang ada di smartphone. Sehingga nantinya masyarakat perlu mendaftarkan diri dulu dengan mempersiapkan data yang ada di e-KTP fisik.

Terdapat tiga tahap yang perlu dilakukan untuk memiliki Identitas Digital setelah mengunduh aplikasinya, pertama memasukkan NIK, serta memasukkan alamat e-mail dan nomor ponsel aktif, melakukan verifikasi wajah atau face recognation dan terakhir melakukan verifikasi e-mail.

Beberapa keuntungan yang didapat dari KTP Digital masyarakat tak perlu memfoto copy untuk berbagai keperluan.

Namun hingga kini Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Disdikukcapil ) Cianjur belum menerima program e-KTP Digital dari Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Zudan Arif Fakrulloh.

Kepala Dinas Disdikukcapil Cianjur Munajat mengatakan, pihaknya tengah menunggu adanya kebijakan program e-KTP dari Pemerintah Pusat.

“Kabupaten Cianjur belum ada, untuk teknisnya juga belum turun dari pusat, kami masih menunggu,” katanya, kamis (13/01/2022).

Meski belum diterapkan di Cianjur, wacana adanya e-KTP Digital ditanggapi Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Putra Indonesia (UNPI) Astri Dwi Andriani sebagai sistem yang dapat mempermudah masyarakat.

“Saya secara pribadi menyambut baik hal ini karena banyak hal yang bisa kita lakukan dan di manfaatkan ketika kita punyai KTP yang istemnya terintegrasi jadi untuk perkara apapun kita tinggal scan barcode aja,” katanya.

Astri menambahkan dengan adanya e-KTP Digital dapat mempermudah untuk keperluan melamar kerja ataupun masuk sekolah.

“Misalkan ngelamar kerja atau masuk perguruan tinggi atau kuliah lebih mudah, biasanya kan harus ada Foto Copy KTP,” ujarnya.

Selain itu, Astri berpendapat lingkungan akan lebih bebas sampah karena mengurangi penggunaan kertas.

“Dapat mengurangi penggunaan sampah, karena gak menggunakan kertas foto copy,” pungkasnya. (byu)