Harga Daging Meroket, Kepala UPTD Pasar Cipanas: Biaya Operasional Tinggi

Kepala UPTD Pasar Cipanas, Widya Pratiwi Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Cipanas, Widya Pratiwi mengatakan, alasan semakin mahalnya harga daging ayam potong jenis broiler sejak kemarin, dikarenakan biaya operasional dari distributor cukup tinggi. Sehingga para pedagang khususnya di Pasar rakyat Cipanas ini menjual rata-rata Rp 40 ribu perkilo.

“Jadi dua hari ini memang di Pasar Cipanas harga daging ayam broiler mencapai Rp 40 ribu perkilogram. Hal tersebut menurut peninjauan kami ke sejumlah unsur terkait, disebabkan karena harga anak ayam dan pakannya relatif naik. Sehingga harganya berpengaruh terhadap ayam potong di pasaran,” papar Widya, Kamis (13/2022).

Bahkan, kenaikan harga pakan ayam tersebut, kata Widya, jika dipersentasikan bisa mencapai sekitar 80 persen. Sehingga pantas ketika harga daging ayam potong di pasar melonjak naik.

“Tentunya kami telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Tidak hanya dengan Diskoperdagin, tetapi juga bersama dinas terkait lainnya. Sehingga solusi terkait hal ini bisa segera diselesaikan secara baik,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya mengaku bahwa yang menjadi barometer bagi para pedagang daging ayam ini adanya di daerah luar Jawa barat. Tetapi ia memastikan untuk pasokan ayam ke pasar Cipanas tersebut akan tetap stabil.

“Memang untuk pengadaan daging ayam potong di pasar Cipanas ini kebanyakan di wilayah luar Jawa barat, tetapi seperti dari Purwakarta, Subang serta beberapa sentra produksi lainnya pun para pedagang di sini menggunakan ayam di daerah tersebut,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia mengatakan, adanya harga daging ayam yang melejit itu, tentu berdampak pada penurunan tingkat penjualan para pedagang. Bahkan setelah ia monitoring langsung ke lapangan, penurunan itu mencapai 5 hingga 10 persen.

“Tapi walaupun kondisinya seperti ini, mudah-mudahan seiringnya waktu harga pakan di para peternak bisa segera stabil. Sehingga harga daging ayam di pasaran bisa kembali normal,” kata Widya.

Sebelumnya, harga daging ayam potong jenis broiler di pasar rakyat Cipanas kembali melejit. Bahkan per hari Rabu (12/1/2022), menembus angka Rp 40 ribu perkilogram.

Padahal sebelumnya, menurut data yang diperoleh dari UPTD Pasar rakyat Cipanas, harga jual ayam potong tersebut rata-rata berkisar Rp 37 hingga Rp 38 ribu perkilo. Namun saat ini naik Rp 2 ribu menjadi Rp 40 ribu perkilo.

Salah seorang pedagang daging ayam potong yang sekaligus Sekjen Asosiasi Pedagang Daging Domba, Ayam dan Sapi (APDDAS) Kabupaten Cianjur, Rudi Lazuardi mengaku bahwa kenaikan harga daging ayam potong di pasar ini telah menembus angka Rp 40 ribu perkilogram.

Padahal menurutnya saat ini, bukanlah momentum yang sering terjadinya kenaikan harga sembako khususnya jenis daging.

“Betul kang ini di luar dugaan dan di luar momen juga. Mungkin karena harga pakan yang tinggi dan stok ayam yang kurang, sehingga harganya melebihi dari yang pernah tinggi,” kata Rudi kepada Radar Cianjur, Rabu (12/1/2022).

Gilanya harga daging ayam khususnya di Pasar Cipanas ini, kata Rudi, baru terjadi di tahun ini. Padahal empat tahun lalu, sempat cukup mahal yakni diharga Rp 38 ribu perkilo, tapi saat ini bisa menembus angka Rp 40 ribu.

“Kemarin pun saat momen idul Fitri atau Adha, dan terakhir pada saat perayaan Nataru itu paling diangka Rp 35 hingga Rp 36 ribu. Tapi sekarang bisa mencapai Rp 40 ribu,” ujarnya. (dan)