Anggota Komisi B Cianjur Minta Pemkab Lebih Transparan Soal Hasil Retribusi ODTW Cibodas

Pengunjung yang datang ke objek wisata Kebun Raya Cibodas. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Cianjur, Cecep Syaepudin Zuhri meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk lebih transparan terhadap masyarakat terkait retribusi daerah yang sejak beberapa waktu lalu melakukan pungutan melalui sejumlah OPD di pintu masuk objek daerah tujuan wisata atau ODTW Cibodas.

“Kami minta kepada Pemkab Cianjur untuk lebih transparan apa saja yang didapat warga dari adanya pungutan retribusi daerah di pintu masuk ke ODTW tersebut. Karena hampir sebagian besar pengunjung mengeluhkan akan banyaknya pungutan saat berwisata ke kasawan itu,” kata Cecep saat ditemui baru-baru ini.

Meski di sisi lain, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Cianjur yang saat ini mengalami kenaikan, tentu harus sebanding pula dengan terealisasinya pembangunan Cianjur yang lebih baik lagi. Sehingga masyarakat tak ada yang dirugikan.

“Memang dengan semangat dinaikkannya PAD Cianjur, tentunya harus sebanding pula dalam menggali potensi secara bersama-sama. Tapi tidak ada yang dirugikan dengan suatu kebijakan yang ada,” kata dia.

Bahkan yang terpenting saat ini, lanjut Cecep, target yang ada tersebut harus bisa disesuaikan dengan keadaan serta kondisi masyarakat Cianjur pasca pandemi dan aturan PPKM kemarin.

“Intinya kalau untuk membangun Cianjur lebih baik, saya secara pribadi dan Komisi B pasti akan mendukung adanya target PAD yang saat ini naik. Tapi mesti disesuaikan juga dengan kondisi masyarakatnya. Sehingga segala bentuk pembangunan yang belum terwujud bisa direalisasikan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pelaku usaha yang ada di kawasan Objek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) Cibodas keberatan, adanya pungutan retribusi kendaraan beserta pengunjung yang akan masuk ke ODTW harus dikenakan biaya tambahan yang diklaim untuk operasional kebersihan dan sebagainya.

Padahal sebelumnya, tak pernah ada pungutan yang diberlakukan untuk perorangan. Karena hal tersebut tentu akan berimbas pada kenyamanan dan tingkat antusias wisatawan yang hendak berlibur ke kawasan wisata Cibodas itu.

“Jadi beberapa hari kemarin ada rombongan pengunjung yang datang naik bus untuk berwisata ke kawasan Cibodas ini, tapi mereka dikenakan biaya retribusi kendaraan dan orang hingga jutaan rupiah,” ujar salah seorang pelaku usaha (35 tahun) yang enggan disebutkan namanya, saat dikonfirmasi radarcianjur.com.

Menurutnya, keluhan tersebut telah ia sampaikan juga ke pihak pemerintah setempat, dengan harapan bisa ditindaklanjuti demi kenyamanan pengunjung serta para pelaku usaha di kawasan ini.

“Masa iya sebelum masuk objek wisata saja sudah diharuskan bayar jutaan rupiah. Belum lagi nanti di saat masuk ke tempat wisata harus bayar lagi, termasuk parkir dan sebagainya. Makanya kami sampaikan juga keluhan ini kepada pemerintah setempat. Mudah-mudahan bisa ada solusi bagi kami,” kata dia.

“Kalau pengunjung wisata nyaman dan banyak, secara otomatis kan bakal berimbas baik pula kepada kita sebagai pelaku usaha di sini,” tambahnya. (dan)