Kasus Sengketa Tanah Sukaresmi Kembali Memanas

LBH BN mendatangi Kejari Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Kasus eks tanah HGU di blok Pasirhalang, Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi kembali memanas.

Kali ini masyarakat penggarap lainnya menggandeng Lembaga Bantuan Hukum Bela Nusantara (LBH BN) untuk mengadukan keberatannya atas laporan dari Perkumpulan Penggarap Tanah Terlantar (P2T2) ke Kejari Cianjur.

Sebelumnya P2T2 mendatangi Kejari Cianjur pada tanggal 21 Februari 2022 untuk melaporkan atas aduan masyarakat yang namanya ada di sertifikat tanah dan status tanah tersebut milik Pemkab Cianjur.

Muhamad Subhan, Kuasa huk LBH BN mengatakan, pihaknya mendatangi Kejari Cianjur untuk mengklarifikasi atas laporan yang di buat oleh P2T2.

“Kedatangan saya ke sini untuk mengklarifikasi masalah terkait tanah tersebut, yang status tanah katanya milik Pemkab Cianjur di gelapkan seseorang, itu siapa ?,” ujarnya.

Subhan pun mengaku sudah melakukan investigasi atas si pembuat laporan yang tidak dapat di buktikan kebenarannya di muka hukum yakni perundang-undangan tanah.

“Untuk pelapor yakni Asep Wowo dan Sudrajat. Kami punya fakta dan uji materi. Kalau mereka tidak dapat membuktikan fakta-fakta hukum maka saya sebagai penerima kuasa akan melapor balik,” ungkapnya.

Lanjut Subhan, pihaknya akan meminta adu data dan saksi penggarap. Namun Kepala Kejari sedang ada kegiatan dengan Asisten Pengawas (Aswas).

“Kebetulan Kepala Kejaru sedang ada agenda dari Kejagung. Nanti kita agendakan kembali,” ungkapnya.

Asep Wowo menjelaskan, pihaknya hanya sebatas mengembalikan tanah milik Pemkab lewat Kejari Cianjur.

“Ada nama Saepuloh, nah itu di kembalikan lewat Kejari,” kata Wowo.

Wowo berujar, mempersilahkan atas keberatan dari pihak LBH BN.

“Jadi saya mah santai saja, yang melaporkan ke Mabes Polri penggarap. Sedangkan yang di Kejari saya hanya menyerahkan keterangannya saja,” pungkasnya. (byu)