Di Balik Cerita Pria Asal Cianjur yang Menjadi Dosen di IPB Bogor

MENGENANG: Almarhum Somad Adiwikarta bersama ketujuh anaknya yang kini sudah merasakan hasil jerih payah mengeyam pendidikan dan didikan yang diamanatkan. (Foto Istimewa)

PENDIDIKAN menjadi salah satu hal yang wajib dan selalu diperjuangkan oleh orang tua untuk anaknya sebagai bekal kelak. Bahkan bisa menjadi kebanggan keluarga.

Laporan: Abdul Aziz N Hakim, Cianjur

Dede Hermawan (58) warga asal Kampung Haurwangi Desa Haurwangi Kecamatan Haurwangi ini mengenang mendiang sang ayah, almarhum Somad Adiwikarta. Semenjak kecil, dirinya tak pernah lepas dari hal yang berbau pendidikan. Bahkan, pesan dari almarhum terus terngiang dalam benaknya.

Tak terbesit dalam pikirannya jika ayahnya tidak berupaya untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga menjadi sarjana. Meski bukan dari kalangan ‘menak’ dan hanya berprofesi sebagai petani serta guru, ayahnya ingin anaknya bisa lebih baik kehidupannya kelak.

Di Perumahan Prima Anggrek Rancagoong Kecamatan Cilaku, Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Fakultas Kehutanan dan Lingkungan ini bercerita kalimat demi kalimat perjalanan hidupnya yang kini sudah bisa dikatakan mapan.

Ketujuh anak dari Somad Adiwikarta, semuanya sudah menduduki posisi ‘nyaman’ berkat didikan yang diberikan sejak dini. Pria yang berkacamata dengan rambut yang sudah beruban ini pernah hampir putus kuliah dan ingin kembali ke rumahnya.

“Almarhum itu, ingin anak-anaknya hidup enak dan bisa lebih baik dari orang tuanya. Sehingga, bapak dengan kegigihannya meminta agar bisa sampai sarjana. Ini menular hingga ke cucu-cucunya, maka harus bisa mengenyam bangku kuliah,” ujarnya.

Lanjut pria yang pernah kuliah di Gotingen Jerman ini, dirinya bahkan dipaksa kembali ke Kota Hujan untuk jangan berhenti berkuliah. Saat itu, dirinya memaksakan pulang, namun sang ayah membawa kembali ke Kota Bogor agar tetap menjalankan pendidikannya hingga tuntas.

“Dulu pernah, pulang ke rumah dan enggak mau meneruskan kuliah. Tapi bapak mengantar saya kembali ke Bogor agar meneruskan kuliah,” ungkapnya.

Dirinya berharap, sosok ayahnya bisa menjadi inspiratif bagi orang tua lainnya agar mengutamakan pendidikan untuk anak meskipun bukan dari kalangan berada. (*)