Ngaku-ngaku Dibackup TNI, Penjual Miras Oplosan Digelandang Polisi

Madri (50) warga Padang, Sumatera Barat penjual miras oplosan di Cianjur. Foto : Bayu Nurmuslim/ Radar Cianjur.

RADARCIANJUR.com- Penjual minuman keras (Miras) oplosan di Jalan KH.Abdullah Bin Nuh diamankan pihak kepolisian, Jumat (13/5).

Ia mengaku disuruh berjualan dan dibackup anggota TNI yang bertugas di Koramil 0608-01 Cianjur Kota.

Kios yang ditempatinya sudah dua tahun terakhir menjual minuman jenis roso-roso dan justom.

Madri (50) warga Padang, Sumatera Barat ini mengaku, ia menjual minuman keras di ruko kecilnya selama 24 jam.

Miras tersebut dijualnya seharga 10 ribu rupiah per kantongnya.

“Jualnya siang malam, pembeli dari berbagai usia. Wanita pria sering datang ke sini,”katanya.

Ia pun mengaku, sebagai karyawan pemilik kios berporfesi sebagai TNI bertugas di Koramil 0608-01 Cianjur Kota dan telah dijamin keamanannya untuk berjualan.

“Kalau saya kan sebagai karyawan dari pemilik  pak Wartono berpangkat sersan tugasnya di Koramil Cianjur hanya bisa pasrah saja,” ujarnya.

KBO Samapta Polres Cianjur Iptu Dedi mengatakan, pihaknya melaksanakan patroli pencegah C3, peredaran narkoba dan miras di masyarakat.

“Kami berhasil mengamankan satu orang, yang satunya berhasil kabur. Selain itu kami membawa barang bukti beberapa galon-galon berisi roso-roso dan justom,” kata Iptu Dedi.

Sementara itu, ditanya mengenai kemungkinan keterlibatan anggotanya dalam peredaran miras oplosan Danramil Koramil 0608-01 Cianjur
Kapten Inf Dadang Sopian membantah hal tersebut.

“Tidak ada anggota kami yang terlibat penjualan miras oplosan. Setau saya yang disebutkan si penjual tersebut memang awalnya sering nongkrong di situ dan saat ini yang bersangkutan sudah pensiun dua tahun yang lalu,” katanya kepada Radar Cianjur, Sabtu (14/05/2022).

Kapten Inf Dadang Sopian menyebut, penjual miras tersebut selalu berkali-kali menyebut anggota TNI sebagai orang yang memback upnya ketika diamankan Polres Cianjur.

“Sudah dua kali dibawa ke kantor polisi, ketika diperiksa ia tidak bisa membuktikan omongannya itu,” tandasnya (byu).