Keren, Gunung Padang Masuk 50 Desa Wisata Terbaik Indonesia

Gunung Padang

RADARCIANJUR.com- Situs Megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka masuk 50 besar menjadi Desa Wisata terbaik. Dan kini sedang berjuang untuk menembus tiga besar.

Prestasi membanggakan itu membuat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno berencana berkunjung ke situs bersejarah di Kabupaten Cianjur untuk melihat keunikan yang ditawarkan situs Megalitikum Gunung Padang.

Keindahan dan keunikan bentuk bangunan serta ilmu pengetahuan sejarah dan budaya yang ditawarkan wisata ini menjadi faktor penentu dapat mewakili Kabupaten Cianjur masuk 50 besar mengalahkan tempat wisata lainnya.

Selain itu perjuangan situs bersejarah kebanggan Cianjur ini melalui serangkaian lomba kreatifitas masyarakat dan pengelola yang di unggah pengunjung wisata dari lokal maupun mancanegara.

Polsus Situs Megalitikum Gunung Padang Nanang mengatakan, dengan masuknya menjadi nominasi di 50 besar ADWI (Anugrah Desa Wisata) membuat bangga masyarakat Cianjur sehingga akan mendapatkan kunjungan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Mas Menteri Parekra Sandiaga Salahuddin Uno akan berkunjung langsung ke Desa Wisata Situs Cagar Budaya Gunung Padang pada hari Rabu tanggal 15 Juni 2022,” katanya, Kamis (09/06/2022).

Saat ini Situs Megalitikum Gunung Padang telah memiliki fasilitas lengkap yang tak kalah dari tempat wisata lainnya.

“Sudah tersedianya fasilitas seperti Homestay dan toilet yang bersih,ada kuliner setempat dan juga ada bentuk kerajinan dan UMKM,” ujarnya.

Nantinya, Nanang Polsus Situs Megalitikum Gunung Padang mendapatkan kesempatan di tunjuk sebagai pemandu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno.

BACA JUGA : Gunung Padang Diserbu Ratusan Wisatawan

Jabatan Fungsional Adhitama Kepariwisataan dan Ekraf Ahli Muda Dinas Pariwisata dan Kebudayan (Disparbud) Susan membenarkan, mengenai status Situs Megalitikum Gunung Padang yang mewakili Cianjur di ajang ADWI.

“Betul, karena salah satu desa wisata itu harus ada hal yang unik yang ada di desa wisata tersebut. Karena di desa lain tidak punya situs cagar budaya seperti gunung padang yang sudah terkenal secara nasional, bahkan internasional,” pungkasnya.(byu)