1.200 Karangan Bunga Eril Akan Didaur Ulang jadi Karya Seni

Karangan bunga di depan gedung Pakuan. Foto : Radar Bandung

RADARCIANJUR.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan rangkaian kegiatan duka cita (takziah) almarhum putra sulungnya Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril di Gedung Pakuan, Minggu (19/6) kemarin, menjadi pengajian pamungkas setelah selama dua pekan digelar berturut-turut.

Ridwan Kamil menyatakan, putranya Eril Kahn bukanlah milik mereka semata. Dia menyebut, jejak kebaikan Eril semasa hidup akan dilanjutkan kepada mereka yang membutuhkan dan untuk kemaslahatan umat.

“Insya Allah saya bukan orang tua yang bersedih tapi berbahagia (dengan banyaknya doa baik untuk almarhum Eril,” kata Ridwan Kamil dalam keterangan tertulis, Senin (20/6).

Ridwan Kamil mencontohkan, mobil antik warna merah tetap bisa dimanfaatkan untuk disewakan. Penghasilannya akan disumbangkan untuk pembangunan Masjid Al Mumtadz di Cimaung Kabupaten Bandung. Termasuk pada hari ulang tahun Eril setiap tanggal 25 Juni, akan bersedekah meningkatkan kesalehan sosial.

Kang Emil, panggilan akrabnya, akan kembali menata sisa-sisa ungkapan duka cita yang hadir untuk keluarga besarnya. Sebanyak 1.200 karangan dan buket bunga duka cita yang ada di Gedung Pakuan maupun Gedung Sate akan dibersihkan. Dia akan menggaet seniman yang bernama Jibril untuk menyulap karangan-karangan bunga duka cita tersebut menjadi karya seni yang dapat dinikmati banyak orang.

“Karangan bunga ini akan didaur ulang jadi karya seni,” papar Kang Emil.

Ridwan Kamil menyampaikan banyak terima kasih atas segala bantuan selama proses pencarian hingga pemakaman Eril. Dia mengakui, banyak hikmah yang didapatkan selama 14 hari sebelumnya.

“Atas nama keluarga kami menghaturkan terima kasih. Mudah-mudahan mereka yang tenaganya terkuras selama dua minggu ini dibalas oleh Allah SWT. Saya paham sekarang, kenapa Allah kasih 14 hari, untuk akhirnya dapat dipertemukan dengan Eril. Ternyata di situ ada jutaan doa, jutaan pemuda yang termotivasi, jutaan orang tua termotivasi,” pungkas Ridwan Kamil.(jwp)