Cilaku-Cibeber Digenangi Banjir Luapan Sungai

Banjir yang mengguyur Kabupaten Cianjur tadi malam membuat sejumlah wilayah mengalami banjir.

RADARCIANJUR COM – Banjir yang mengguyur Kabupaten Cianjur tadi malam membuat sejumlah wilayah mengalami banjir. Di Cilaku tepatnya Kampung Ciranji, luapan air membuat salah satu benteng masjid jebol. Puluhan rumah tergenang. Rumah-rumah warga di Kampung  Sarongge juga terendam diterjang luapan air sungai. Di Cibeber, luapan air Sungai Cijeblog membuat rumah dan ruas jalan tergenang banjir. Semuanya terjadi hanya beberapa jam saja.

Masyarakat pun mengungsikan diri ketempat lebih aman karena air banjir telah melebihi mata kaki dewasa.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Rudi Wibowo mengatakan, banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.

Pihaknya pun telah menerjunkan sejumlah personil.  “Tentu untuk melakukan penanganan terutama permukiman warga yang terkena banjir,” katanya.

Rudi menambahkan, bencana banjir pun tidak hanya terjadi di wilayah Kecamatan Cilaku tetapi juga di kecamatan Kecamatan Cibeber. “Di wilayah Cilaku kita menerima laporan adanya tembok benteng masjid di Kampung Ciranji yang jebol diterjang luapan air sungai. Ada juga di ruas Jalan Raya Cibeber, Kampung Cijeblog, Desa Mayak,” katanya.

Saat ini sejumlah personil masih melakukan penanganan dan assessment di beberapa lokasi kejadian. “Kita pastikan tidak ada korban jiwa, sementara untuk kerugian materil atas kejadian di sejumlah lokasi masih dilakukan pendataan oleh personil di lapangan,” paparnya.

Kades Sirnagalih, Sugilar mengatakan, banjir yang merendam beberapa ke-RT-an telah melebihi mata kaki orang dewasa.
“Saat ini (tadi malam, red) tingginya sekitar 50 sentimeter menggenang,” kata Sugilar.

Puluhan sepeda motor mogok saat hendak melintasi genangan banjir di ruas Jalan Raya Cibeber, Kampung Cijeblog, Desa Mayak, Kecamatan Cibeber.

Genangan banjir yang menutup badan jalan utama menuju kawasan Cianjur selatan itu terjadi akibat meluapnya air Sungai Cijeblog setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan itu sejak sore hingga malam hari.

Seorang warga setempat, Wahyu (34) mengatakan, puluhan sepeda motor mengalami mati mesin atau mogok karena pengendara memaksakan melintas genangan banjir yang menutup badan jalan.
“Kita bersama warga lainnya, turun ke jalan untuk membantu pemotor yang kendaraannya mogok. Banjir yang menggenangi badan jalan, akibat melupakannya air Sungai Cijeblog serta tidak berfungsinya saluran air atau drainase di sepanjang ruas jalan ini,” kata Wahyu.

Wahyu menyebut, luapan air sungai yang menggenangi badan jalan diperkirakan setinggi lutut orang dewasa. “Hujannya memang sangat deras, sejak sore hingga malam ini (kemarin, red) . Ketinggian air diperkirakan hingga setinggi lutut orang dewasa, makanya banyak sepeda motor yang mogok,” pungkasnya. (byu)