Terungkap, Mayat Bayi di Kadupandak Dibuang Ibu Kandung Sendiri

TEGA: Polsek Kadupandak akhirnya berhasil mengungkap pelaku pembuang bayi laki-laki, ternyata pelaku merupakan orang tua dari mayat bayi tersebut. (Foto Polsek Kadupandak For Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Kepolisian Sektor (Polsek) Kadupandak akhirnya berhasil mengungkap pelaku pembuang bayi berjenis kelamin laki-laki di Kampung Cikadu Rt001 Rw003 Desa Pasirdalem Kecamatan Kadupandak yang ditemukan di pinggiran jalan perkampungan.

Pelaku tersebut yakni ibu kandung korban sendiri. N (18) tega membuang buah hatinya dikarenakan takut diketahui oleh keluarganya. Pasalnya, anak yang dilahirkannya merupakan hasil hubungan gelap bersama kekasihnya.

N diamankan oleh jajaran Polsek Kadupandak di kediamannya setelah mendapatkan titik terang dari hasil penyelidikan.

“Pada hari Senin tanggal 20 Juni 2022 pukul 16.00 WIB saya bersama dengan personel Polsek Kadupandak telah mengamankan pelaku pembuangan bayi yang terjadi pada hari Minggu tanggal 19 Juni 2022 di rumah pelaku di Kampung Cikadu Rt001 Rw003 Desa Pasirdalem Kecamatan Kadupandak. Pelaku diamankan berdasarkan hasil penyelidikan dan pengumpulan baket yang menghasilkan titik terang yang mengarah terhadap diri pelaku,” ujar Kapolsek Kadupandak, AKP Sigit Purnomo.

Lanjutnya, setelah dilakukan pengamanan, pelaku dibawa ke Puskesmas Kadupandak untuk diperiksa kondisi kesehatannya oleh petugas medis dan kemudian sementara pelaku dirawat di Puskesmas Kadupandak untuk pemulihan kesehatan pasca persalinan serta dilakukan penjagaan oleh personel Polsek Kadupandak.

BACA JUGA : Geger, Mayat Bayi Ditemukan Tergeletak dalam Dus Air Mineral di Kadupandak

Dari keterangan pelaku, dirinya melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki pada hari Minggu tanggal 19 Juni 2022 pukul 02.00 WIB di kamar rumahnya tanpa dibantu oleh siapapun. Kronologis kelahiran bayi tersebut yakni pada hari Sabtu tanggal 18 Juni 2022 pukul 16.30 WIB, N mengalami perut mules dan keluar cairan lendir dari jalan lahir dan sekira jam 02.00 WIB, dirinya melahirkan bayi berjenis laki-laki dalam keadaan hidup.

“Kemudian setelah melahirkan, yang bersangkutan langsung membungkus bayi tersebut dengan mengunakan baju daster warna putih hitam dan kaos berlogo security. N membawa bayi ke ruang dapur dan menaruh bayi di dalam kardus dan kemudian keluar rumah melalui pintu dapur lalu mengambil cangkul di dekat kandang domba,” ungkapnya.

Guna menghilangkan jejak, N menggali tanah di samping rumah serta memotong tali plasenta yang masih ada. Dikhawatirkan diketahui pihak keluarga, dirinya pun berpindah menggali tanah di sebrang jalan depan rumahnya.

“Setelah menggali tanah kemudian N menaruh bayi ke dalam lubang dengan kondisi hidup dan  menguburkannya, akan tetapi karena lubang galian tersebut tidak dalam kemudian N menggali kuburan tersebut dan mengambil bayi yang telah di kubur bayi dalam keadaan sudah tidak bernyawa,” terangnya.

“Karena N sudah tidak kuat, itu dikarenakan kondisi badan lemah dan kepala pusing sehingga bayi ditinggalkan begitu saja di lokasi tersebut, kemudian N masuk ke dalam rumah dan membersihkan ruangan kamarnya kemudian ke kamar mandi untuk membersihkan badan selesai melahirkan dan setelah itu N istirahat di kamar dan sekitar pukul 06.00 WIB bayi ditemukan oleh saksi mata yang merupakan tetangga pelaku,” sambungnya.

Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, motif pelaku membuang buah hatinya untuk menghilangkan jejak agar tidak diketahui oleh orang tua dan keluarganya dikarenakan hamil sert melahirkan bayi hasil hubungan dengan kekasihnya tanpa terikat hubungan suami istri. Selain itu, tersangka merasa takut kepada ibu kandungnya karena baru satu minggu pulang bekerja di luar negeri. (kim)