Muncul Wacana Cuti Hamil Melahirkan Diperpanjang jadi 6 Bulan

Ilustrasi ibu hamil

RADARCIANJUR.com– Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Cianjur Endhan Hamdani belum mendapatkan aturan resmi mengenai cuti hamil dan cuti melahirkan bagi pekerja menjadi 6 bulan dari sebelumnya hanya 3 bulan.

Sebelumnya Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) untuk dibahas lebih lanjut menjadi Undang-Undang (UU) mengusulkan cuti hamil dan melahirkan jadi 6 bulan.

Ia mengatakan titik berat RUU KIA adalah pada masa pertumbuhan emas.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Cianjur Endhan Hamdani mengatakan, mengenai wacana mengenai cuti hamil dan cuti melahirkan bagi pekerja menjadi 6 bulan dari sebelumnya hanya 3 bulan akan resmi diberlakukan harus terlebih dahulu dimasukan ke Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker).

“Baru nanti di kumpulkan antara pengusaha dan buruh di daerah bagiamana kesepakatan aturan tersebut,” katanya, Rabu (22/06/2022)

Saat ini pihaknya belum menerima petunjuk teknis mengenai aturan tersebut.

“Sampai saat ini belum ada, karena aturan tersebut disahkannya oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Cianjur R.A. Zulkarnain belum dapat memberikan keterangan lebih mengingat belum ada sosialisasi mengenai aturan tersebut.

“Sampai saat ini belum bisa memberikan respon karena peraturan tersebut belum disosialisasikan oleh dinas yang terkait,” kata Zulkarnain.

BACA JUGA : Rencana Jalan Tol Puncak, Ini Kata Pengamat Lalulintas

Ia pun mengaku, menyerahkan keputusan apapun dari pemerintah mengenai aturan tersebut.

“Pada dasarnya kita sangat mendukung semua peraturan yang akan ditetapkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Cianjur H. Herman Suherman menyambut baik mengenai cuti hamil dan cuti melahirkan bagi pekerja menjadi 6 bulan dari sebelumnya hanya 3 bulan.

“Saya sangat mendukung aturan tersebut. Hanya kan baru sebatas wacana belum resmi,” kata Herman.

Menurutnya, aturan tersebut sangat baik ditengah isu stunting yang saat ini terjadi di kabupaten Cianjur.

Herman pun menegaskan dengan bertambahnya masa cuti melahirkan orangtua atau bayi akan efektif dalam bekerja karena sudah dalam keadaan sehat.

“Kan kalau cuti melahirkan itu tiga bulan tidak efektif hubungan antara ibu dan bayi, kalau 6 bulan itu pas bayi sudah bisa dikasih makanan pendamping,” pungkasnya. (byu)