Rencana Jalan Tol Puncak, Ini Kata Pengamat Lalulintas

Ilustrasi jalan tol.(Foto: Ricardo/JPNN.com)
Ilustrasi jalan tol.(Foto: Ricardo/JPNN.com)

RADARCIANJUR.com- Kemacetan Jalur Puncak kini tidak hanya terjadi pada akhir pekan saja. Pada hari kerja, kemacetan seakan sudah menjadi pemandangan setiap siang dan sore hari. Berbagai cara pun tengah dirancang oleh Pemerintah Pusat untuk mengatasi kemacetan yang sudah cukup lama tersebut, seperti membangun Jalur Puncak II hingga yang terbaru akan dibangun jalan tol.

Menurut Pengamat Lalulintas, Azas Tigor Nainggolan, pembuatan jalan tol bukan solusi terbaik guna mengatasi kemacetan.

“Itu bukan solusi mengatasi kemacetan, toh di Jagorawi juga sama tetap macet meskipun jalan tol,” ujarnya.

Lanjutnya, ada solusi lebih baik dibanding harus membuat jalan tol atau pencegahan kemacetan Puncak, yakni pengendalian lalulintas dan membangun layanan angkutan umum di kawasan Puncak.

“Tidak efektif lah, pencegahan macet bisa dilakukan dengan pengendalian lalu lintas dan membangun layanan angkutan umum di kawasan Puncak. Kalau dibuat jalur tol, bisa jadi akan ada penumpukan kendaraan juga,” paparnya.

Seperti diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana membangun jalan tol di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja mengatakan jalan tol tersebut merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan jalur Puncak. Menurutnya, saat ini banyak pihak mendukung pembangunan jalan tol tersebut.

BACA JUGA : Heboh, Gara-gara Ini Kades Jayagiri Sempat Mengundurkan Diri

“Kalau sebelumnya kan kami masih pertimbangkan alternatif lain. Tapi sekarang dari sisi dukungan politiknya kan sudah ada,” ujarnya.

Ia menuturkan jalan tol itu akan dibangun dari Caringin, Kabupaten Bogor menuju puncak dengan jalur Caringin – Cisarua – Gunung Mas. Rencananya tol juga akan tersambung dengan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi.

Endra menyebut saat ini rencana pembangunan tol itu masuk proses pra studi kelayakan (Feasibility Study/FS) yang tahun ini sedang dilakukan.

Meski demikian, belum diputuskan apakah proyek ini akan menggunakan skema solicited atau masuk dalam rencana kerja kementerian, atau unsolicited secara prakarsa swasta.

“Kami belum tahu, itu opsinya bisa dengan investasi, mereka yang menawarkan bisa solicited atau unsolicited, kalau unsolicited akan kami lelang (ke swasta),” jelasnya.

Kemacetan di jalan raya Puncak terus menjadi perhatian pemerintah. Banyak upaya yang sudah dilakukan untuk mengatasi masalah kemacetan tersebut.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hedy Rahadian mengatakan sejumlah hal yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi kemacetan jalan raya Puncak seperti melakukan pelebaran jalan, tetapi pertumbuhan kendaraan terus meningkat sehingga tetap terjadi kemacetan di jalur tersebut.

Ada tiga solusi yang ditawarkan Ditjen Bina Marga. Pertama, melakukan pelebaran jalan. Namun, hal tersebut terkendala dengan lahan yang sekarang sudah mahal.

Kedua, penataan simpang lantaran hasil penilaian ada empat atau lima titik kemacetan di jalur tersebut. Ketiga, membangun jalan tol dari Caringin menuju Puncak. (kim/cnn)