Tamara Bleszynski Laporkan Penggelapan Aset, Ini Pengakuan HRD Hotel Bukit Indah Cianjur

PROSES HUKUM: Tampak sepi Hotel Bukit Indah di wilayah Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. FOTO: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Hotel Bukit Indah Puncak Cianjur mendadak jadi perbincangan pasca permasalahan bangunan itu ialah warisan orang tuanya kepada Tamara Bleszynski sang aktris dan model yang sudah bertahun-tahun lamanya. Namun Tamara tidak menikmati warisan itu.

Tamara Bleszynski pun akhirnya melaporkan dugaan penggelapan aset berupa lahan dan bangunan hotel yang dilakukan oleh sejumlah pihak di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Setelah dilakukan penelusuran, tim langsung mendatangi hotel tersebut, Rabu (22/6) siang.

Setelah datang, tim kemudian bertemu dengan Syam, yang mengaku sebagai HRD Hotel Bukit Indah. Tak lama, Radar Cianjur berbincang dan mempertanyakan soal pemberitaan yang menyangkut hotel yang jadi pijakan dirinya bekerja.

“Soal isu berita Mba Tamara memang tahu, tapi untuk lebih dalamnya saya tidak bisa berkomentar,” ujarnya kepada wartawan, di lobi hotel.

BACA JUGA : Warga Dua Desa di Cianjur Ini Lintasi Jembatan Tali Kawat, Berani Coba?

Lebih lanjut saat ditanya kepemilikan Hotel Bukit Indah itu, ia mengungkapkan bahwa masih dimiliki oleh keluarga dari sang Aktris Tamara. “Iya, pemilik saham Hotel Bukit Indah ini salah satunya Mba Tamara dan beberapa keluarganya,” kata dia.

Diakuinya, saham Hotel Bukit Indah ini memang berasal dari warisan sang orang tua aktris Tamara Bleszynski. “Iya memang karena ini milik orang tuanya Tamara waktu pertama dibangun. Mungkin waktu itu diwariskan ke anaknya. Sebetulnya Tamara itu anak terakhir (bungsu),” ucap dia.

Selain itu, saat ditanya terkait orang yang dilaporkan ke Polda Jabar oleh sang Aktris Tamara itu, Syam tidak begitu membeberkan secara jelas. Namun ia menduga berdasarkan berita yang tersebar, adalah keluarganya sendiri. “Yang mbak Tamara laporkan ke Polda Jabar ya mungkin masih keluarganya juga karena pemilik sahamnya Mba Tamara dan keluarganya itu,” ujarnya.

Perlu diketahui, Kepolisian Daerah Jawa Barat saat ini sedang menyelidiki laporan dari artis Tamara Bleszynski soal penggelapan aset berupa hotel. Adapun laporan tersebut telah dibuat sejak Desember 2021. “Asetnya di daerah Cianjur, itu berupa hotel,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo, Senin (20/6).

Menurut Ibrahim, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas laporan itu. Mereka juga masih mencari unsur-unsur pidana dalam kasus tersebut. “Pelaporan penggelapan aset, tetapi itu juga posisinya masih lidik (penyelidikan), karena unsur-unsurnya belum terpenuhi,” tutur dia.

Apalagi, dari hasil penyelidikan sementara, laporan penggelapan aset itu juga masih berada dalam lingkup persoalan keluarga. Sebelumnya, artis papan atas Tamara Bleszynski mengaku menjadi korban atas kasus penggelapan properti. Dia lantas melaporkan kasus itu ke Polda Jabar.

Djohansyah, kuasa hukum Tamara Bleszynski, membenarkan hal tersebut. “Iya, benar,” kata Djohansyah kepada wartawan.

Kapolres Cianjur, AKBP Doni Hermawan mengatakan, pihaknya tidak menindaklanjuti soal kasus dugaan penyerobotan harta warisan milik artis ternama Tamara Bleszynski.
Harta yang diklaim artis senior ini yakni Hotel Bukit Cianjur Puncak. Diketahui hotel tersebut didirikan oleh Mr. Zbigniew Bleszynski, ayah dari artis ternama itu.

Kapolres menyatakan, pihaknya tak menangani permasalahan hotel yang merupakan harta warisan milik artis ternama Tamara Bleszynski karena laporannya ke Polda Jabar.
“Artis Tamara Bleszynski Laporannya ke Polda Jabar,” katanya, Rabu (22/06).

Orang nomor satu di Polres Cianjur ini menyatakan, hingga kini belum ada intruksi penanganan kasus tersebut kepada Polres Cianjur. “Belum ada pelimpahan laporan ke Polres Cianjur. Sekarang masih ditangani Polda Jabar,” ujarnya.

BACa JUGA : Polres Cianjur Tak Tangani Hotel Warisan Tamara Bleszynski

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur, Nano Indra Pradja menyayangkan terkait persoalan penyerobotan harta warisan milik artis ternama Tamara Bleszynski. “Tentunya saya sebagai Ketua PHRI Cianjur sangat menyayangkan sekali atas kejadian hal tersebut,” kata Nano.

Menurut Nano, Hotel Bukit Cianjur Puncak yang diduga tengah bermasalah tersebut, merupakan hotel yang didirikan oleh Mr. Zbigniew Bleszynski, ayah dari artis ternama yakni Tamara Bleszynski. “Pas saya menjabat sebagai ketua PHRI, memang hotel tersebut merupakan salah satu anggota PHRI Cianjur. Namun keterkaitan masalah ini, saya kurang tahu dan belum mengetahui lebih dalam,” pungkasnya.

Seperti diketahui, aset yang jadi permasalahan tersebut ialah warisan orang tuanya kepada Tamara sang aktris dan model yang sudah bertahun-tahun lamanya, namun Tamara tidak menikmati warisan itu. Ditelisik tim Radar Cianjur, ternyata hotel yang diduga jadi persoalan itu ialah Hotel Bukit Indah, yang berlokasi di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. (byu/ndk/dan)