Keberhasilan Dr. Arif Firmansyah, M.Pd. Raih Gelar Doktor Usai Meneliti Tradisi Lisan Carita Pantun

SIDANG TERBUKA: Dr. Arif Firmansyah, M.Pd. (kanan) saat melaksanakan sidang terbuka di ruang sidang gedung Bung Hatta Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta.

RADARCIANJUR.com – Mahasiswa Prodi Linguistik Terapan Universitas Negeri Jakarta Arif Firmansyah melaksanakan sidang terbuka.

Acara sidang terbuka digelar untuk memperoleh gelar doktor dari Universitas Negeri Jakarta, dihelat di ruang sidang gedung Bung Hatta Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, pada Senin (20/6/2022).

Proses sidang terbuka berlangsung lancar dan khidmat dimana Dr. Arif Firmansyah, M.Pd. mampu menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan dewan penguji dengan sangat lugas, dan mampu mempertanggungjawabkan apa yang menjadi isi dari hasil penelitian disertasinya.

Acara sidang terbuka di ruang Sidang Gedung Bung Hatta Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta.

Disertasi dari Dr. Arif Firmansyah, M.Pd mengkaji tradisi lisan dengan fokus“Optimalisasi Tradisi Lisan Carita Pantun: Kajian Struktur, Makna dan Fungsi Bagi Masyarakat Sunda”.

Adapun sumber dari carita pantun yang diambil berasal dari wilayah Subang, Sumedang, dan Banten. Hasil dari disertasi tersebut menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang diakui oleh UNESCO.

“Kajian tradisi lisan carita pantun yang berkembang saat ini patut mendapatkan perhatian yang khusus, dimana tradisi lisan merupakan suatu kebudayaan yang khas dari masyarakat di Indonesia, khususnya masyarakat sunda,” kata Arif.

Menurut Arif, hal itu menjadi salah satu upaya optimalisasi carita pantun sebagai tantangan untuk membangun ketahanan budaya di era globalisasi yang terletak pada relevansi budaya tradisi melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan secara sistematis, serta berkelanjutan di bidang kebudayaan.

Sebab menurut Arif, kekayaan budaya tradisi sebagai landasan kebudayaan nasional dan modal untuk memperkuat rasa kebangsaan.

“Tentunya saya merasa bersyukur atas diraihnya gelar Doktor lingustik terapan dari Universitas Negeri Jakarta, dan tak lupa sya ucapakan terimakasih kepada ketua asosiasi tradisi lisan (ATL) Jabar Dr. Ruhaliah, M. Hum., keluarga, dewan penguji, teman sejawat, ucapan terimakasih pun saya ucapkan kepada seluruh pihak atas torehan kesuksesan ini, yang telah membantu menyelesaikan disertasi dengan baik,” ungkapnya.

Alumni dari program doktor Program Studi Linguistik memiliki kompetensi sebagai peneliti, pengembang, dan pendidik (dosen) yang terkait dengan bidang linguistik terapan. Sebagai ahli di bidang linguistik terapan, mereka memiliki kompetensi pengetahuan dan pemahaman yang luas dan mendalam di bidang linguistik terapan yang memiliki kualifikasi sebagai Dosen, Pengembang/Konsultan/Pakar dan Peneliti.

Program Doktor Linguistik Terapan Universitas Negeri Jakarta dengan status akreditasi A mempunyai visi menjadi pusat rujukan inovasi original pendidikan, penelitian, dan pengembangan Lingustik Terapan yang unggul secara multidisipliner/Interdisipliner dan transdisipliner di tingkat nasional dan internasional pada tahun 2035.

Adapun misi nya yaitu memberikan andil dalam kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada Program Doktor Linguistik Terapan, sehingga berkontribusi terhadap pembangunan indonesia dan masyarakat global.

Sidang terbuka Arif Firmansyah untuk memperoleh gelar doktor linguistik terapan dari Universitas Negeri Jakarta diuji oleh dewan penguji yang diketuai Prof. Dr. Dedi Purwana, E.S., M.Bus. selaku Direktur Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta. Sekretaris Prof. Dr. Ninuk Lustyantie, M.Pd. selaku guru besar tetap Universitas Negeri Jakarta sekaligus Koordinator Prodi Linguistik Terapan.

Selain itu juga, Promotor Prof. Dr. RR. Novi Anoegrajekti, M.Hum. selaku guru besar tetap Universitas Negeri Jakarta. Kopromotor Prof. Dr. Aceng Rahmat, M.Pd. selaku guru besar tetap Universitas Negeri Jakarta. Dengan penguji Eva Leiliyanti, M.Hum., Ph.D. selaku dosen tetap Universitas Negeri Jakarta. Dr. Saifur Rohman, M.Hum. selaku dosen tetap Universitas Negeri Jakarta dan penguji luar Prof. Dr. Djoko Saryono. M.Pd. selaku guru besar tetap Universitas Negeri Malang.

Adapun hasil dari sidang tersebut promovendus Arif Firmansyah mendapatkan gelar doktor linguistik terapan dengan predikat hasil sidang “Sangat Memuaskan”.(*/nag)