Tata Cara Hingga Amalan Sunnah Sebelum Sholat Idul Adha

RADARCIANJUR.com – Hari Raya Idul Adha 1443 H sudah di depan mata. Pada hari itu, umat Islam di seluruh dunia bakal melaksanakan Sholat Idul Adha. Pelaksanaan Sholat Idul Adha berbeda dengan tata cara Sholat pada umumnya. Jadi, Anda perlu tahu niat, tata cara, dan amalan sunah Sholat Idul Adha.

Umat Islam di seluruh dunia bakal melaksanakan Sholat Idul Adha secara berjamaah pada 10 Dzulhijjah atau saat Hari Raya Idul Adha. Anda bisa melaksanakan Sholat Idul Adha di masjid atau tanah lapang terdekat pada pagi hari. Berikut panduan singkat, niat, tata cara, dan amalan sunah Sholat Idul Adha.

Meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur memperbolehkan untuk melakukan salat ied. Tapi, pihak MUI Kabupaten Cianjur mengeluarkan imbauan agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Ketua MUI Kabupaten Cianjur, KH Abdul Rouf mengatakan, saat ini kasus Covid-19 masih juga belum usai. Namun salat ied tetap boleh dilaksanakan tanpa batasan tetapi menerapkan protokol kesehata (prokes).

“Jadi karena pandemi masih belum usai, masyarakat diimbau ketika melaksanakan shalat Ied nanti harus patuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk pelaksanaan salat Idul Adha tidak dibatasi. Artinya masyarakat boleh melaksanakan shalat Idul Adha di masjid mana saja.

“Untuk shalat Idul Adha ini tidak ada pembatasan seperti salat Idul Fitri kemarin. Hanya saja masyarakat harus patuhi prokes,” tuturnya.

“Pelaksanaan salat Idul Adha, kalau yang di Cianjur Kota, mungkin kebanyakan akan dilakukan di Mesjid Agung. Di tingkat kecamatan, mereka melaksanakannya di mesjid-mesjid juga dan tidak ada pembatasan. Hanya patuhi prokes saja,” sambungnya.

Apa Itu Sholat Idul Adha?
Salat Idul Adha atau Sholat Id merupakan sebutan untuk Sholat sunah yang dilaksanakan umat Islam di seluruh dunia saat menyambut hari raya Islam. Salat Id terdiri dari dua jenis yang dilaksanakan berdasarkan dua waktu berbeda, yaitu pada Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah).

Id berasal dari kata aada ya’uudu yang memiliki arti menengok/menjenguk/kembali. Di Indonesia, Id kerap disamakan artinya dengan ayyada, yakni berhari raya. Sementara, kata Adha bermakna kurban.

Jadi, Idul Adha berarti kembali melakukan penyembelihan hewan qurban atau Hari Raya Kurban. Selain itu, Idul Adha juga dikenal sebagai Lebaran Haji karena bertepatan dengan pelaksanaan haji di Tanah Suci.

Kapan Sholat Idul Adha 2022?
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama telah melaksanakan sidang isbat dan menetapkan Idul Adha 2022 jatuh pada Minggu, 10 Juli. Jika mengikuti keputusan pemerintah, sholat Idul Adha akan dilaksanakan pagi hari pada Minggu, 10 Juli 2022.

Namun, Muhammadiyah menetapkan Idul Adha 2022 jatuh pada Sabtu, 9 Juli. Keputusan tersebut dituangkan dalam Maklumat PP Muhammadiyah tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1443 Hijriah.

Hukum Sholat Idul Adha
Hukum Sholat Idul Adha adalah sunah muakkad, yakni sunah yang sangat dianjurkan dan mengikat. Salat sunah muakad adalah Sholat sunah yang dikuatkan atau selalu dikerjakan Rasulullah SAW dan jarang ditinggalkan.

Jadi, Sholat sunah muakad adalah ibadah yang amat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dalilnya ada dalam surat Al Kautsar ayat 2 yang artinya, “Maka dirikanlah Sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” Selain itu, Sholat sunah ini juga didukung jawaban Rasulullah SAW ketika ditanya oleh seseorang. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:

“‘Salat lima waktu sehari semalam.’ Orang itu bertanya lagi, ‘Apakah ada kewajiban (Sholat) lain?’ Beliau menjawab, ‘Tidak, kecuali engkau mengerjakan Sholat sunah’,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Adha
Pada dasarnya, waktu pelaksanaan Sholat Idul Adha dan Idulfitri bisa dilakukan setelah matahari terbit hingga masuk waktu Zuhur. Namun, Sholat Idul Adha dianjurkan mengawalkan waktu untuk memberi kesempatan luas kepada masyarakat yang hendak berkurban selepas rangkaian Sholat Id.

Syarat Sholat Idul Adha
Sholat Idul Adha terdiri dari dua rakaat. Syarat Sholat Idul Adha tak jauh berbeda dengan Sholat pada umumnya. Berikut syarat wajib Sholat, termasuk Sholat Idul Adha:

  • Beragama Islam. Sholat tidak wajib bagi orang kafir
  • Berakal sehat. Sholat tidak wajib bagi orang gila
  • Sudah balig. Sholat tidak wajib bagi anak kecil sampai dia mengalami mimpi basah
  • Sudah masuk waktu Sholat. Dikerjakan sesuai dengan waktu pelaksanaannya
  • Bersih dari darah haid dan nifas
  • Niat Sholat Idul Adha
  • Setelah mengetahui pengertian, hukum, hingga waktu pelaksanaan, Anda perlu tahu
  • bacaan niat Sholat Idul Adha. Sama seperti Sholat pada umumnya, niat Sholat Idul Adha dibaca sebelum pelaksanaan Sholat. Berikut niat Sholat Idul Adha.

1. Niat Menjadi Imam

Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati imaman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat Sholat sunah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah ta’ala.”

2. Niat Menjadi Makmum

Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat Sholat sunah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah ta’ala.”

Tata Cara Salat Idul Adha
Salat dimulai dengan menyeru “Ash-sholaatu jaami’ah”, tanpa azan dan iqomat. Setelah itu, Anda bisa memulai dengan niat Sholat Idul Adha. Berikut tata cara Sholat Idul Adha:

1. Tidak Ada Salat Qobliyah dan Ba’diyah

Salat Idul Adha tidak didahului dengan Sholat sunah Qobliyah dan tidak pula diakhiri dengan Sholat sunah Ba’diyah. Hal ini sebagaimana keterangan hadis dari Ibnu Abbas RA:

Artinya: “Rasulullah SAW keluar pada hari Idul Adha atau Idul Fitri, lalu beliau mengerjakan Sholat Id dua rakaat, namun beliau tidak mengerjakan Sholat qobliyah maupun ba’diyah,” (HR Bukhari dan Muslim).

2. Tidak Ada Azan dan Iqomat

Selanjutnya, Sholat Idul Adha tidak didahului dengan azan dan iqomat seperti pada Sholat wajib. Ini dijelaskan sebagaimana keterangan hadis dari Jabir bin Samurah RA:

Artinya: “Aku beberapa kali melaksanakan Sholat Id bersama Rasulullah SAW, bukan hanya sekali atau dua kali, ketika itu tidak ada azan maupun iqomah,” (HR Bukhari dan Muslim).

3. Rukun Salat Idul Adha

Setelah memahami dua tata cara Sholat Idul Adha di atas, kini saatnya mengetahui rukun Sholat Idul Adha. Salat Idul Adha terdiri dari dua rakaat, berikut rukun Sholat Idul Adha:

  1. Niat Sholat (imam dan makmum).
  2. Takbiratul ihram.
  3. Takbir lagi (takbir zawa-id) sebanyak 7 kali. Di antara takbir disunahkan membaca zikir memuji Allah.
  4. Membaca surat Al Fatihah dilanjutkan surat lainnya.
  5. Rukuk dengan tuma’ninah.
  6. Iktidal dengan tuma’ninah.
  7. Sujud dengan tuma’ninah.
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
  9. Sujud kedua dengan tuma’ninah.
  10. Bangkit dari sujud dan bertakbir.
  11. Takbir zawa-id sebanyak 5 kali. Di antara takbir disunahkan membaca zikir memuji Allah.
  12. Rukuk dengan tuma’ninah.
  13. Iktidal dengan tuma’ninah.
  14. Sujud dengan tuma’ninah.
  15. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
  16. Sujud kedua dengan tuma’ninah.
  17. Duduk tasyahud dengan tuma’ninah.
  18. Salam.
  19. Tertib melakukan rukun secara berurutan.

4. Baca Zikir

Takbir zawa-id menjadi pembeda Sholat Id dengan Sholat lainnya. Nah, dianjurkan membaca zikir dengan memuji Allah SWT pada setiap takbir zawa-id. Berikut bacaannya:

“Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.”

Artinya: “Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar.”

Amalan Sunah Sholat Idul Adha
Tak hanya melaksanakan Sholat Idul Adha sesuai tata cara yang ada, dianjurkan melakukan amalan sunah lainnya. Berikut amalan sunah Sholat Idul Adha yang bisa Anda laksanakan:

1. Mandi Sebelum Salat Idul Adha

Jangan lupa untuk mandi sebelum Sholat Idul Adha. Selain membuat tubuh bersih dan wangi, mandi sebelum Sholat Idul Adha adalah salah satu sunah. Rasulullah SAW biasa mandi terlebih dahulu sebelum berangkat Sholat Idul Adha, berikut hadisnya:

Artinya: “Rasulullah SAW biasa mandi pada hari raya Idulfitri dan Idul Adha.” (HR Ibnu Majah)

2. Gunakan Pakaian Terbaik

Setelah mandi, Rasulullah SAW mengenakan pakaian terbaiknya untuk Sholat Idul Adha. Beliau juga memerintahkan hal tersebut kepada para sahabat, seperti penjelasan pada hadis berikut:

Artinya: “Pada dua hari raya, Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk memakai yang terbaik dari apa yang kita miliki.” (HR Hakim)

3. Pakai Wangi-wangian

Sebenarnya memakai wangi-wangian adalah hal yang mungkin tak pernah Anda lewatkan, seperti saat melaksanakan Sholat Jumat. Memakai wangi-wangian juga dilakukan Rasulullah SAW sebelum berangkat Sholat Idul Adha.

Selain itu, dianjurkan juga untuk memotong rambut dan kuku, dan menghilangkan bau-bau yang tidak enak untuk memperoleh keutamaan hari Idul Adha.

4. Mengumandangkan Takbir

Mengumandangkan takbir di masjid, musala, dan rumah-rumah pada malam hari raya, dimulai dari terbenamnya matahari sampai imam naik ke mimbar untuk berkhotbah pada saat Sholat Idul Adha. Bacaannya sama seperti takbir pada saat Idul Fitri.

5. Jalan Kaki Menuju Tempat Salat

Terakhir, disunahkan untuk berjalan kaki baik saat pergi maupun pulang Sholat Idul Adha. Sebaiknya Anda tidak naik kendaraan menuju lokasi Sholat Idul Adha kecuali ada hajat, misal lokasi yang sangat jauh. Berikut penjelasannya dalam hadis dari Ibnu Umar RA:

Artinya: “Rasulullah SAW biasa berangkat Sholat Id dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang.” (HR Ibnu Majah)

Apakah Sholat Idul Adha Harus Berjamaah?
Salat Idul Adha sebaiknya dilakukan secara berjamaah di masjid atau lapangan. Ulama juga sepakat bahwa pelaksanaan Sholat Idul Adha dilakukan secara berjamaah. Namun, sebenarnya Sholat Idul Adha bisa dilaksanakan sendiri-sendiri alias munfarid.

MUI juga sempat mengeluarkan fatwa untuk pelaksanaan Sholat Id secara mandiri di daerah dengan penyebaran kasus Covid-19 yang tinggi. Ini pernah terjadi pada Hari Raya Idulfitri dan Idul Adha 2020 dan 2021.

Itulah panduan singkat, niat, tata cara, dan amalan sunah Sholat Idul Adha. Jangan lupa melaksanakan Sholat Idul Adha di masjid atau lapangan sekitar tempat tinggal Anda. Semoga bermanfaat dan selamat Hari Raya Idul Adha 1443 H. (*/kim)