Rekaman CCTV Detik-detik Penembakan Istri Anggota TNI di Semarang, Korban Sempat Melawan

RADARCIANJUR.com, Semarang – Pelaku aksi penembakan yang dialami istri anggota TNI di Semarang terekam kamera CCTV. Setelah ditembak orang tak dikenal, korban ternyata sempat melindungi putrinya yang dijemput pulang sekolah. Hal ini diungkapkan salah satu sekutiri perumahan setempat, Triyanto.

Laki-laki ini mengatakan kejadian penembakan pertama yang dilakukan pelaku mengenai mengenai perut korban. Korban ditembak ketika masih berada di motor hendak turun dan masuk ke dalam rumah.

“Sesudah menembak, pelaku ternyata tidak langsung lari namun berbalik arah. Saat berbalik arah pelaku melakukan penembakan lagi dan korban sempat melakukan perlawanan dan melindungi putrinya. Makanya yang tembakan kedua kan meleset karena ibu melakukan perlawanan,” katanya.

Aksi pelaku pelaku terekam lima kamera CCTV yang terpasang di pemukiman dan sekitar rumah korban. Berdasarkan rekaman CCTV pelaku berjumlah dua orang dengan menaiki satu motor yang diduga bermerk Kawasaki Ninja.

“Wajahnya tertutup dan pelat nomornya tidak ada. Sempat terdengar suara ledakan dua kali. Ketika saya datang kesini, ada penembakan,” jelasnya.

Menurutnya, perumahan tersebut cukup ramai, dan tidak jauh adanya tempat pemancingan. Sebelum kejadian ini, rumah tersebut juga sempat dimasuki orang tak dikenal pada bulan lalu.

“Kejadiannya malam hari. Ada dua orang, naik motor, yang satu masuk ke dalam rumah sampai naik ke lantai atas. Diketahui oleh istrinya yang punya rumah (korban). Terus orangnya lari keluar rumah,” terangnya.

Sebelumnya tidak ada CCTV,” katanya. Terlihat, rumah tersebut bertingkat dua lantai. Pagar pintu depannya juga tergolong tinggi. Rumah tersebut dihuni lima orang.

Sementara, Ketua RT setempat, Agus Purnomo menjelaskan korban bersama keluarganya menempati rumah tersebut tergolong baru. Diperkirakan kurang lebih selama tiga bulan. Menurutnya, suami korban juga dikenal aktif dilingkungan kampung.

“Baru disini dua sampai tiga bulan. Tadinya di asrama. Bapaknya (suami korban) anggota TNI. Disini juga aktif kegiatan bareng warga. Kalau isterinya ibu rumah tangga, punya anak tiga, satunya masih kecil,” imbuhnya.

(mha/bas)