Soal Langka Pertalite, DPR Ultimatum Pertamina Cianjur, Segera Atur Kembali Jalur Distribusi

Pertamina Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Cianjur beberapa hari lalu mendapat sorotan tajam dari Gedung Senayan. DPR RI menilai apabila terjadi kembali banyak masyarakat yang akan dirugikan akibat ulah keterlambatan.

“Terlepas dari polemik subsidi, Kelangkaan Pertalite di Cianjur seharusnya tidak terjadi karena banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang masih membutuhkan Pertalite untuk usaha mereka sehari-hari,” tegas Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno, kemarin.

Ke depan, Eddy yang juga Sekjen DPP PAN ini meminta Pertamina untuk menata kembali jalur distribusinya agar kelangkaan stok tidak terjadi di Cianjur maupun daerah-daerah lainnya. “Tentu Cianjur dan daerah-daerah lainnya jalur dan penataan distribusi harus menjadi concern Pertamina. Apalagi dalam situasi sekarang ketika ekonomi mulai pulih pasca Covid-19 dan permintaan mulai tinggi. Semoga kejadian ini tidak terulang,” tutupnya.

Pantauan Radar Cianjur, kelangkaan BBM jenis Pertalite memang sudah berakhir dan sudah kembali tersedia. Seperti halnya di SPBU 34-43215 yang terletak di Jalan KH Abdullah Bin Nuh.
Antrean pun cukup panjang sejak pagi hari hingga pukul 14.00 WIB. Tersedianya Pertalite bak air di tengah gurun pasir bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Kepala SPBU 34-43215, Devi Mulyadi mengatakan, sebetulnya kondisi tersebut bukan karena kekosongan, akan tetapi pasokan sempat tersendat dikarenakan pengiriman yang terhambat kemacetan. “Bukan stoknya terbatas, tetapi stok yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, pengiriman juga terhambat karena kemacetan,” ujarnya.

Lanjutnya, biasanya, pengiriman BBM dilakukan sejak pukul 8-9 WIB dengan sebanyak 8.000-16.000 liter dalam satu hari. Sehingga ketika ketersediaan Pertalite tidak ada, pihaknya mengalihkan ke BBM jenis Pertamax 92.

Kondisi serupa turut terjadi di SPBU 34-43227 Jebrod, Pasir Hayam yang pada pekan kemarin turut mengalami kekosongan BBM Pertalite.

“Sama juga waktu kemarin ada kekosongan, tapi kalau penyebabnya kenapa saya kurang tahu,” tutur Kepala Shift SPBU 34-43227 Jebrod, Dwi.

Menurutnya, sejak kemarin kondisi sudah normal. “Kalau ada keterlambatan tidak berjam-jam waktunya. Kalau (penyebab) terlambat saya kurang mengetahui juga,” sambungnya.

Dirinya menambahkan, dalam sehari SPBU menerima dalam sehari dari mulai 8.000-16.000 liter dalam tiga waktu dari pagi hingga petang hari.

Sales Branch Manager Pertamina Cianjur, Bagus Septiardy menjelaskan, mengenai kekosongan Pertalite pada minggu lalu dikarenakan tingginya demand dan mobilitas masyarakat selama libur Idul Adha serta libur sekolah.

“Dengan adanya peningkatan mobilitas dan demand naik pada saat libur sekolah serta libur Idul Adha kemarin. Sehingga terjadi kemacetan dan sedikit berdampak pada pola distribusi di waktu-waktu tertentu dan tidak semua SPBU juga,” paparnya.

Namun, pihaknya menjamin per hari Senin (18/7) sudah teratasi dan kembali mengoptimalkan mobil tanki berjenis idle untuk penyaluran BBM di Kabupaten Cianjur agar stok bertambah.

Selain penyebab tingginya mobilitas masyarakat, peningkatan konsumsi BBM pada minggu lalu mencapai 750.000 liter per hari. Angka tersebut menjadi angka tertinggi dalam satu tahun 2022 kedua setelah Idul Fitri lalu.

“Hari ini (kemarin ,red) demand sudah menurun, sehingga kami memanfaat momen senggang ini untuk melakukan recovery kembali stok di SPBU,” terangnya.

Pihaknya pun akan melakukan antisipasi dengan berkoordinasi kepada pihak kepolisian agar diberikan pengawalan mobil tanki sehingga pengiriman tidak tersendat.

Selain itu, pihaknya pun berkoordinasi dengan pemerintah daerah mengenai adanya perbaikan jalan bisa cepat khususnya wilayah selatan yang terjadi longsor, sehingga supply tidak terputus. Pihaknya mencoba meningkatkan stok atau build up stok dengan cepat, sehingga bisa tertangani saat permintaan BBM meningkat atau lonjakan.

Mengenai adanya isu di masyarakat mengenai pengalihan dari Pertalite ke Pertamax 92, dirinya menepis informasi tersebut. Namun, pihaknya tetap akan menyediakan. “Justru kita tetap akan menyediakan, karena Pertalite ini adalah BBM subsidi dan sifatnya penugasan dari Pemerintah ke Pertamina.

Sehingga sampai detik ini akan berupaya semaksimal mungkin akan melayani permintaan BBM Pertalite di Kabupaten Cianjur. Buktinya adalah dari 37 SPBU di Cianjur, 100 persen menyediakan produk Pertalite di SPBU tersebut. Belum ada peralihan, karena memang Pertalite ini masih menjadi salah satu BBM subsidi, kita tetap menyediakan dan cukup aman BBM untuk SPBU di Sukabumi-Cianjur,” tambahnya. (kim)