Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua Naik ke Penyidikan, Panglima TNI Akan Bantu Ekshumasi Jenazah

Brigadir Yosua dan Bharaga E (Istimewa)

RADARCIANJUR.com – Tim khusus bentukan Kapolri meminta keterangan keluarga almarhum Brigadir Polisi Nopriansyah Yosua Hutabarat kemarin (22/7). Polri juga memastikan bahwa penanganan kasus dugaan pembunuhan berencana yang dilaporkan keluarga Yosua sudah naik ke penyidikan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa gelar perkara kasus tersebut dilaksanakan kemarin sore dengan dipimpin langsung oleh Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Pol Andi Rian. ”Jadi, status laporan dari pihak pengacara keluarga Brigadir J (Yosua, Red) dari penyelidikan sekarang sudah naik ke penyidikan,” ungkap Dedi kepada awak media di Jakarta.

Menurut Dedi, itu menunjukkan bahwa Polri bekerja cepat. Sebab, kasus tersebut baru dilaporkan keluarga Yosua pada Senin (18/7). Selain itu, peningkatan status tersebut sekaligus menegaskan ada dugaan tindak pidana dalam kasus yang melibatkan Kadivpropam Irjen Ferdy Sambo itu.

Sesuai dengan keterangan yang disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Polri mengedepankan scientific crime investigation. ”Semuanya harus dapat dibuktikan secara ilmiah,” tegas dia.

Jenderal bintang dua Polri itu menyebutkan bahwa setiap bukti dan fakta yang diperoleh Polri dalam proses hukum harus bisa diuji dan dibuktikan dalam persidangan. Karena itu, keterangan dari keluarga juga akan didalami lagi oleh tim khusus. Kemarin keterangan mereka diambil oleh tim khusus di lantai 2 Gedung Lama, Markas Polda Jambi. Penyidik Utama Bareskrim Brigjen Pol Agus Suharnoko turut hadir.

Agus sempat keluar dari ruang pemeriksaan pukul 13.35. Namun, dia tidak menyampaikan banyak keterangan. ”Total ada sebelas orang yang kami periksa. Hasilnya belum bisa saya sampaikan karena pemeriksaan masih berlangsung,” ungkap dia.

Dalam pemeriksaan tersebut, sambung Agus, keluarga Yosua didampingi penasihat hukum. ”Lebih dari satu orang kuasa hukumnya, nanti saya sampaikan lagi perkembangannya,’’ ujarnya.

Saat ditanya mengenai ekshumasi atau otopsi ulang, Agus mengatakan bahwa itu tidak masuk materi pemeriksaan. Yang jelas, Polri sudah memberi lampu hijau. Di Jakarta, Dedi menyampaikan bahwa pihaknya ingin proses tersebut segera dilakukan. ”Semakin cepat, maka proses ekshumasi juga semakin baik,” jelas dia.

Polri juga tidak menutup diri bila pihak keluarga ingin ekshumasi melibatkan dokter forensik dari luar Polri. ”Apabila dari pihak pengacara (keluarga Yosua) akan menghadirkan orang-orang expert yang mungkin ditunjuk dari beberapa rumah sakit, itu dipersilakan dan itu semakin bagus,” jelas Dedi.

Eka Prasetya, anggota tim penasihat hukum keluarga Yosua, mengatakan bahwa surat permohonan agar penyidik melibatkan dokter forensik dari luar Polri sudah disampaikan. Dia menyebutkan, pihaknya meminta keterlibatan dokter forensik dari TNI-AD, TNI-AL, TNI-AU, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan satu rumah sakit swasta yang kredibel. ”Supaya ada transparansi, akuntabilitas, dan hasil (ekshumasi) bisa dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.

Kemarin Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa menyampaikan kesiapan instansinya untuk terlibat dalam ekshumasi jenazah Yosua. Menurut dia, permintaan yang diajukan tim penasihat hukum keluarga Yosua merupakan bagian dari misi kemanusiaan. ”Tetapi, memang saya ingin memastikan detailnya supaya saya sendiri bisa mengawasi (kerja-kerja dokter forensik TNI). Mengawasi objektivitas itu kan tidak mudah di lapangan,” katanya setelah memberikan pengarahan kepada taruna dan taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Hingga kemarin petang, Andika menyebut belum menerima surat yang disampaikan tim penasihat hukum keluarga Yosua kepada penyidik Polri. ”Tapi, yakinlah saya siap membantu,” katanya.

Terpisah, Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam menyatakan bahwa timnya juga terus bekerja. Meski demikian, timnya belum bisa mengambil kesimpulan. Dalam waktu dekat, pihaknya juga memanggil dokter yang melakukan otopsi pertama. ”Terkait luka, minggu depan kami akan meminta, menggali, mendalami keterangan, dan sebagainya kepada dokter yang melakukan otopsi,” jelasnya.(jawapos)