Pilkades di Kertasari Belum Tuntas, Salah Satu Calon Menduga Ada Money Politic

DUDUK BERSAMA: Ketidakpuasan atas hasil perolehan di Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kertasari Kecamatan Haurwangi akhirnya digelar musyawarah. (Foto Istimewa)

RADARCIANJUR.com- Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dan BPD Kertasari Kecamatan Haurwangi menggelar musyawarah mengenai adanya keberatan dari salah satu calon kepala desa yakni cakades nomor 4 atas nama Hagi Rizki Mija Topik terhadap cakades nomor 1 yakni Cepi Mulyadi yang telah memperoleh suara terbanyak pasca pemilihan.

Keberatan yang disampaikan pada BPD Kertasari oleh cakades nomor 4 Hagi, yaitu mengenai adanya dugaan money politik dan surat pengunduran diri dari jabatan pendamping PKH yang dilakukan cakades nomor 1 Cepi Mulyadi.

BACA JUGA : Soal Gugatan Lawan di Pilkades, Petahana Desa Cibadak Tak Akan Gentar

Musyawarah yang digelar di sekretariat Panitia Pilkades Kertasari, belum membuahkan hasil kesepakatan, maka dengan pihak BPD dan Panitia Pilkades akan melakukan kembali musyawarah berikutnya yang rencananya akan digelar di Kantor Kecamatan Haurwangi.

“Musyawarah yang dilaksanakan, hasilnya belum bisa diterima kecuali mengenai adanya dugaan money politik, itu bisa terima karena data rekaman videonya pemberian dari salah seorang yang tidak bisa saya sebutkan,” ujar Cakades Kertasari, Hagi Rizki Mija Topik.

Lanjutnya, mengenai surat pengunduran diri Cakades Kertasari, Cepi Mulyadi dari pendamping PKH, hal tersebut masih belum bisa diterima, pasalnya hal tersebut terlihat sangat rancu. Lantaran pengunduran diri tidak dicantumkan dalam persyaratan dalam aturan Pilkades.

“Karena sudah jelas dalam surat Kementrian Sosial (Kemensos) 01/PJS/08/2018, Pasal 10 huruf i tidak boleh mencalonkan menjadi peserta partai politik maupun menjadi kepala desa, hingga kami menduga bahwa kejadian tersebut sengaja mengelabui panitia dan peserta calon kades lainnya,” tuturnya.

Sehingga saat ini, musyawarah perselisihan tersebut menyatakan belum tuntas maka akan dilaksanakan musyawarah kembali di tingkat kecamatan. Jika belum menemukan titik terang, maka dilaksankan kembali musyawarah ke jenjang berikutnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Kertasari, Supendi menuturkan, selaku panitia pihaknya telah melaksanakan tahapan Pilkades sesuai dengan regulasi yang ada. Mengenai adanya gugatan dari Cakades nomor 4, yakni adanya dugaan money politik dan mengenai Pengunduran diri dari petugas pendamping PKH yang dilaksankan cakades nomor 1. Pihaknya masih melakukan pendalaman bukti dan saksi-saksi.

“Setelah dilakukan musyawarah mengenai dugaan adanya money politik itu ternyata bukti kurang kuat hingga penggugat sadar menerimanya tapi pihak penggugat masih belum puas mengenai pengunduran diri dari pendamping PKH hingga meminta untuk diadakan kembali musyawarah di tingkat kecamatan dan di tingkat kabupaten,” tuturnya.

Di sisi lain, Cakades Kertasari, Cepi Mulyadi dirinya menolak adanya dugaan tuduhan money politik dan dirinya menegaskan bahwa dugaan tuduhan tersebut tidak benar seakan terlalu mengada-ngada.

“Secara pribadi maupun melalui timses tidak pernah melaksanakan money politik pada siapapun, karena secara resmi saya hanya mempunyai tiga orang timses dan seluruhnya tidak pernah melakukan money politik,” tutupnya. (kim)