Ekshumasi Brigadir Yosua Dijaga 358 Polisi

Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat (Istimewa)

RADARCIANJUR.com – 358 personel Polda Jambi akan mengamankan pembongkaran makam Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat yang rencananya akan dilakukan Rabu (27/7).

”Sebanyak 358 orang itu gabungan dari Polda Jambi dan Polres Muaro Jambi,” ujar Karoops Polda Jambi Kombespol Feri Handoko Soenarso kepada Jambi Ekspres kemarin (25/7).

Para petugas itu akan mengamankan beberapa tempat. Misalnya, rumah duka, lokasi pemakaman, rumah sakit, dan tempat-tempat lain yang terkait dengan kasus tersebut. ”Intinya, kami mengamankan dan memfasilitasi kegiatan penyidik Bareskrim Polri maupun kegiatan forensik kedokteran,” tuturnya.

Setelah jenazah Yosua dikeluarkan, otopsi ulang akan dilakukan di RSUD Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi.

Samuel Hutabarat, ayah Brigadir Yosua, berharap otopsi ulang itu bisa menguak fakta yang sesungguhnya tentang penyebab kematian anaknya. ”Biar selesai urusan ini semua,” katanya.

Sementara itu, Bareskrim telah memanggil 11 saksi untuk mengusut kasus Yosua. Salah seorang yang telah diperiksa adalah Vera Simanjuntak, kekasih Yosua. Pemeriksaan dilakukan penyidik Bareskrim Polri di Mapolda Jambi Minggu (24/7).

Ramos Hutabarat, pengacara Vera, mengungkapkan bahwa Yosua pernah curhat kepada Vera tentang masalah yang dihadapinya. Namun, Ramos tidak menjelaskan masalah yang dimaksud. Komunikasi terakhir dengan Yosua terjadi pada 8 Juli 2022 pukul 16.43.

Vera tidak berkomentar banyak. Dia mengenang Yosua sebagai orang yang baik. ”Selama saya kenal, dia adalah orang yang baik dan penyayang, sangat sopan sekali,’’ ucap Vera yang telah menjalin hubungan dengan Yosua selama delapan tahun.

Sebenarnya Yosua dan Vera berencana menikah tujuh bulan lagi. Namun, rencana itu batal karena Yosua tewas. Vera berharap kasus yang menimpa kekasihnya segera mendapat putusan yang adil dan sesuai dengan fakta.

Di Jakarta, kasus penembakan Yosua terus didalami timsus (tim khusus). Mereka menganalisis closed circuit television (CCTV) dari berbagai titik. Baik di rumah pribadi Kadivpropam (nonaktif) Irjen Ferdy Sambo maupun rumah dinas. Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos, timsus menemukan beberapa fakta dari CCTV. Salah satunya soal kedatangan rombongan keluarga Irjen Ferdy Sambo dari Magelang, Jawa Tengah. Dalam CCTV di rumah pribadi itu diketahui, semua orang tiba sekitar pukul 15.00. Termasuk Brigadir Yosua. Lalu, di rumah pribadi itu istri Irjen Ferdy dan Bharada E menjalani tes PCR. Ferdy Sambo tidak terlihat dalam rekaman CCTV tersebut.

Sumber Jawa Pos menyebut, dari CCTV di rumah singgah Kadivpropam diketahui, istri Ferdy Sambo bersama Bharada E datang pada pukul 17.09. Kemungkinan setelah tes PCR di rumah pribadi, istri Ferdy singgah di rumah tersebut. ”Terlihat berdua saja,” katanya.

Ada juga temuan lain soal handphone milik Brigadir Yosua. Diketahui handphone Yosua yang digunakan sehari-hari bermerek Samsung. Namun, handphone yang didapat timsus dari penyidik Polda Metro Jaya justru bermerek iPhone. Dimintai konfirmasi terkait dengan informasi handphone Brigadir Yosua yang berbeda, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyatakan bahwa semua itu dijelaskan timsus pada saatnya nanti.

Sementara itu, Komnas HAM telah bertemu dengan Tim Forensik Polri. Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyampaikan, Polri memberikan akses yang luas kepada Komnas HAM. ”Kami dalami khusus soal otopsi,” terangnya.

Informasi dari keluarga Yosua dan saksi ahli diklarifikasikan dengan tim forensik. Menurut dia, semua karakter luka di tubuh Yosua telah terkonfirmasi. Mulai jumlah luka, penyebabnya, karakter luka tembak, hingga luka masuk atau keluar. ”Sampai pada kapan luka ada di tubuh,” ungkapnya.

Namun, Komnas HAM belum bersedia membuka informasi detailnya. Alasannya, akan ada proses ekshumasi atau otopsi ulang. Komnas HAM bakal menunggu. ”Kami hadir dalam ekshumasi itu,” ujarnya kemarin setelah bertemu dengan tim forensik.

Brigjen Ahmad Ramadhan menegaskan, Polri sangat terbuka dalam kasus penembakan Brigadir Yosua. ”Apa yang diminta Komnas HAM, semua diberikan,” tuturnya. Ekshumasi di Jambi, lanjut dia, saat ini dipersiapkan.(jwp)