Satu Unit Motor dan Uang Rp8,7 Juta Raib Digondol Maling

LOKASI KEJADIAN: Motor metik dan uang Rp8,7 juta milik Ade Mulyana (63) warga Ciranjang ini hilang saat tengah berdagang di Pasar Tumpah Haurwangi. (Foto Istimewa)

RADARCIANJUR.com– Nasib malang dialami oleh Ade Maulana (63) warga Ciranjang. Motor metik warna hitam milikinya dengan nomor polisi F 3478 CU hilang digondol maling. Bahkan, bukan hanya motor saja, uang tunai sebesar Rp8,7 juta turut dibawa pencuri.

Dari informasi terhimpun. Kejadian tersebut saat dirinya tengah berjualan kue ali di Pasar tumpah jalan lama Haurwangi Desa Haurwangi Kecamatan Haurwangi. Kendaraan roda dua miliknya terparkir di belakang yang tak jauh dari tempat berjualan, setelah diketahui motornya hilang langsung melapor ke Polsek Bojongpicung dan tak lama kemudian jajaran Polsek Bojongpicung melakukan oleh TKP.

“Kejadiannya pada saat saya berjualan kue ali dan petai di pasar tumpah Jalan Lama Haurwangi dan sudah biasa menyimpan motor di belakang yang tak jauh dari tempat berjualan,” ujarnya.

Lanjutnya, hilangnya motor bersama uang senilai Rp8,7 juta yang disimpan di bawah jok , itu bermula ketika ada yang belanja petai, akan tetapi kantong plastik abis dan ketika akan mengambil kantong plastik yang disimpan di bawah jok motor, ternyata motor tidak ada di lokasi dirinya menyimpan.

“Setelah ditanyakan pada semua teman ternyata tidak ada yang mengetahuinya, hingga saya memutuskan bahwa motor tersebut hilang dibawa maling,” ungkapnya.

Sementara itu, Kanit Samapta Polsek Bojongpicung, IPDA Sutaryo membenarkan mengenai kejadian hilangnya satu unit sepeda motor di Pasar Tumpah Haurwangi yang merupakan milik seorang pedagang.

“Masalah kejadian kehilangan motor sekarang sedang ditangani pihak Polsek Bojongpicung dan diharapkan pada warga mana pun yang menemukan motor tersebut maka segera laporkan pada polsek terdekat,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh warga, para pedagang dan pengunjung pasar agar lebih waspada bila tengah memarkirkan motor maupun mobil.

“Diperiksa kembali kunci setang, dikunci gembok dan harus terlihat oleh kasat mata oleh kita, jangan sampai dianggap sepele,” imbaunya. (kim)