Bayar Rp10 Juta untuk Kerja di Pou Yuen Indonesia

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Untung tidak dapat diraih, malang tidak dapat ditolak. Itulah yang dialami Budi (bukan nama sebenarnya), pria asal Kecamatan Cibeber yang diduga mengeluarkan uang Rp10 juta demi bekerja di PT Pou Yuen Indonesia (PYI). Memang dirinya diterima dan bekerja. Namun tidak dengan massa kerja yang lama, hanya satu tahun saja.

Ternyata Budi tidak sendiri, kala itu dirinya melamar ke pabrik yang berada di Jalan Raya Bandung itu bersama dengan temannya asal Kecamatan Cianjur yang enggan disebutkan namanya, sebut saja Irwan.

Irwan menuturkan, saat itu dirinya mencoba mengadu nasib di pabrik yang megah tersebut. Ketika tawaran itu datang, dirinya lebih memilih mundur.

Pasalnya, nominal yang dihamparkan bukan kecil melainkan besar dan bisa membeli satu unit roda dua.

“Waktu itu bareng saya. Orangnya enggak bilang darimana, entah punya akses ke dalam atau gimananya saya kurang tau. Saya mundur aja pas ditawarin jalan pintas, tapi temen saya ambil tuh,” ujar remaja berusia 20-an tahun ini.

Lanjutnya, proses pembayaran dilakukan harus dengan down payment (DP) sebesar Rp5 juta. Sisa dari nominal Rp10 juta harus dilunasi pada saat menerima gaji pertama atau ketika sudah satu bulan bekerja.

Setelah Budi bekerja, Irwan beserta teman-temannya pun datang berkunjung ke indekost Budi. Ya, penyesalan selalu datang di akhir. Itu yang dirasakan Budi.

“Akhirnya temen saya menyesal. Dikira akan enak setelah kerja, tapi ternyata tidak menutupi kebutuhan selama bekerja. Bahkan kerjanya juga cuma setahun di sana (PYI, red),” ungkapnya.

Mendapati informasi mengenai adanya dugaan pungli, Humas PT PYI, Yudi menepis kabar tersebut. Bahkan PT PYI melakukan semua secara prosedur.

“Kita tidak ada praktek seperti itu. Mungkin yang di luar biasanya modus, memang banyak rata-rata seperti itu. Pernah ada juga yang datang ke sini mengadu kena tipu yang ngaku-ngaku karyawan. Saya suruh sebut dan tunjuk karyawannya, tapi tidak ada,” jelasnya.

Selain itu, dirinya menjelaskan, PT PYI membuka lowongan pekerjaan di pos dan di laman website lowongan pekerjaan. Selain itu, membuka lowongan hanya momen tertentu saja. “Kalau buka lowongan di kita itu sesuai dengan kebutuhan. Bahkan buka di pos dan di website lowongan pekerjaan. Itu yang lewat jalan belakang modus,” terangnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, Endan Hamdani mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dan komunikasi mengenai informasi dengan pihak PYI. “Sudah berkoordinasi dengan pihak HRD-nya, jika ada korban yang melaporkan ke HRD atau kita (Disnakertrans, red) dengan alat bukti yang cukup, maka akan kita proses untuk dilaporkan pihak berwenang,” tegasnya.

Namun, hingga saat ini pihak Disnakertrans Kabupaten Cianjur belum menerima laporan secara formal. Bahkan, kalau ada temuan tersebut, pihaknya mendesak agar oknum karyawan yang bermain agar dipecat. “Kalau memang ada laporkan. Nanti diproses jika memang ada oknum karyawannya yang juga bermain,” tutupnya. (kim)