Citayam Fashion Week Ada di Cianjur

KREATIF: Komunitas Pemotret Cianjur tak ingin ketinggalan yang turut mengadakan Cianjur Fashion Week di Jalan Mangunsarkoro. (Foto Komunitas Pemotret Cianjur For Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Virus Citayam Fashion Week (CFW) yang terjadi di Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan nampaknya turut terkontaminasi ke Kabupaten Cianjur. Pasalnya, belum lama ini atau tepatnya pada hari Selasa (26/7), sejumlah remaja Kota Taucho menggelar acara hampir mirip di Jalan Mangunsarkoro.

Di atas trotoar jalan yang menjadi pusat bisnis Cianjur ini, beberapa remaja berlenggak lenggok bak seorang model dengan pakaian yang cukup menarik perhatian setiap pengendara atau masyarakat yang tengah melintas.

Ketua Komunitas Pemotret Cianjur, Mang Ari mengatakan, ide tersebut tercetus ketika akan mencari konten. Sehingga pihaknya berinisiatif untuk mengangkat konten yang tengah ramai jadi perbincangan jagat maya dengan menggaet sejumlah UMKM Cianjur yang bergerak di bidang fashion.

“Dan ternyata responnya bagus mereka (UMKM fashion, red) mau ikut acara kemarin,” ujarnya.

Dua brand lokal Kota Santri pun digaet oleh Komunitas Pemotret Cianjur yakni Yuniqla dan Elka Hakim. Modelnya pun dari dua brand tersebut, sebagian lainnya dari Komunitas Pemotret Cianjur.

“Awalnya kita mengajak satu komunitas fashion di Cianjur yaitu Asosiasi Fashion Cianjur (AFCI). Cuma karena gak mungkin kita ajak semua anggota mereka buat kontribusi,” ungkapnya.

Dirinya mengaku khawatir kegiatan akan mengganggu lalulintas dan menimbulkan berkerumun jika terlalu ramai. Akhirnya pihaknya hanya mengajak dua brand fashion lokal di Cianjur

“Dan terbentur izin juga jika kegiatan digelar di tempat umum. Di kegiatan kemarin ada 10 fotografer dan videografer yang ikut,” tuturnya.

Dirinya mengaku belum memiliki rencana apakah Cianjur Fashion Week akan digelar rutin atau tidak. Mang Ari menyebut akan menunggu respon dari masyarakat terlebih dahulu.

“Event Cianjur Fashion Week yang diselenggarakan Komunitas Pemotret Cianjur kemarin, sengaja untuk menunjukan di Cianjur juga banyak orang-orang kreatif. Kebetulan ini lagi hits jadi kita adain aja sekalian kolaborasi antara fotografi, videografi, dan fashion. Juga tujuannya untuk memajukan UMKM,” paparnya.

Akan tetapi, ternyata setelah terselenggaranya Cianjur Fashion Week, makin banyak UMKM Fashion yang ingin berkolaborasi. Sehingga, berharap kegiatan ini bisa digelar lagi.

“Sudah ada beberapa (UMKM) yang ingin ikut event itu lagi. Katanya pengen lebih memperkenalkan batik Cianjur,” jelasnya.

Menanggapi fenomena Citayam Fashion Week yang kini dikenal hingga internasional, menurutnya, memiliki sisi positif dan negatif. Sisi positifnya adalah bisa menyalurkan kreatifitas dari para pekerja kreatif.

“Sedangkan, negatifnya mungkin sebagian ada yang terganggu karena lalu lintas jadi gak lancar, tempatnya jadi kotor, dan lain-lain,” jelasnya.

Maka dari itu, apabila respon masyarakat terhadap Cianjur Fashion Week positif, pihaknya berharap seluruh pihak bisa saling support. Baik masyarakat maupun pemerintah.

“Kalau sekiranya event ini mengganggu kita nggak akan mengadakan acara seperti ini lagi. Tapi balik lagi niat baik kita bikin event ini kemarin salah satunya bisa memperkenalkan brand lokal di Cianjur,  juga busa sebagai hiburan masyarakat Cianjur,”  tutupnya. (kim)