Kasus Brigadir J, Kapolri Listyo: Saya Minta Tolong Penuhi Rasa Keadilan Publik

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

RADARCIANJUR.com – Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta tolong ke publik. Amati dan kawal kerja polisi.

Khususnya, kerja Tim Khusus (Timsus) Internal Polri dalam mengungkap kebenaran kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Menurut mantan Kabareskrim Polri itu, apa yang sudah dikerjakan tim harus disampaikan kepada masyarakat.

Publik terang Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menaruh perhatian khusus kasus ini.

“Kami minta semuanya ikut mengawasi,” ujar Listyo di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu, 28 Juli 2022.

Sehingga, kata Listyo, transparansi dan akuntabilitas dari hasil pemeriksaan bisa dipertanggungjawabkan kepada publik.

Listyo sangat berharap semua berjalan lancar, baik, dan memenuhi rasa keadilan yang ditunggu publik.

“Saya minta dukungan seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya.

Tim Khusus (Timsus) Internal Polri harus bekerja maksimal dan mampu mengungkap kebenaran kasus tersebut.

Harapan juga disandarkan ke Tim Eksternal Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Ditambahkannya, pemeriksaan para ajudan Irjen Ferdy Sambo, termasuk Bharada Richard Eliezer (Bharada E) menjadi penting untuk mengungkap kasus tersebut.

“Sejalan dengan autopsi ulang yang dilakukan, sampaikan kepada publik. Kita tunggu hasilnya,” jelas Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Seperti diketahui, Timsus bekerja bersama Kedokteran Forensik, Pusat Laboratorium Forensik Polri.

Mereka diperkuan Perhimpunan Kedokteran Forensik melaksanakan autopsi ulang jenazah Brigadir Joshua di Jambi.

Proses autopsi ulang diawali dengan ekshumasi atau penggalian makam, kemudian jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Bahar, Muaro Jambi.(dis)