Bansos Presiden Berupa Beras Hingga Telur Dikubur di Tirtajaya Depok

DIBONGKAR: Satu unit alat berat ketika melakukan penggalian pada sebidang lahan yang telah ditemukan penimbunan beras dan terigu di depan Gudang JNE, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya Kota Depok. FOTO: GERARD SOEHARLY/RADAR DEPOK

RADARCIANJUR.com – Lahan kosong Kampung Serab, Kelurahan Tirtajaya Sukmajaya, Kota Depok menjadi kuburan bantuan sosial (Bansos) berupa beras, terigu dan telur ditanam dengan kedalaman tiga meter.

Kuat dugaan bantuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebanyak satu kontainer ini, akan disalurkan ke Sumatera, Lampung, Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemilik lahan kosong, Rudi Samin menjelaskan, timbunan beras dan terigu itu diduga merupakan bantuan Presiden atau pemerintah yang akan disalurkan ke sejumlah wilayah.

Rudi mengaku, mendapatkan informasi dari mantan pekerja JNE yang juga turut melakukan penimbunan berdasarkan arahan dari seorang kordinator.

“Sekitar jam 2-an siang ketemu pada Jumat (29/7). Hasilnya ditemukan beras, terigu yang akan digunakan atau disalurkan ke luar daerah seperti Sumatera, Lampung, Kalimantan, dan NTT,” kata dia kepada Harian Radar Depok (grup Radar Cianjur).

Menurutnya, sesuai informasi mantan pekerja JNE. Pihaknya bersama tim mengerahkan satu alat berat berjenis exavator untuk melakukan penggalian dan melakukan pencarian selama tiga hari.

“Iya saya yang gali, kita cari, acak sana acak sini, kita ini udah jalan tiga hari, dan membuahkan hasil,” ujarnya.

Mantan Ketua PP Kota Depok itu menegaskan, pihaknya akan mengambil jalur hukum terkait penemuan tersebut. Dia sudah melaporkan ke Polres Metro Depok.

Tidak hanya itu laporan juga diteruskan kepada anggota DPR RI Komisi I TB Hasanuddin, dan Kejagung supaya kasus in dapat berjalan sesuai hukum berlaku.

“Alangkah sayangnya, di 2020 masyarakat Indonesia lagi susah terdampak pandemi, tapi kok ini malah dipendam, kalau tidak layak kan bisa dibuatkan berita acara, ditukar dengan yang masih layak agar bisa dibagikan,” tegasnya.

Camat Sukmajaya, Fery Birowo mengatakan, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan terkait kasus penimbunan sembako bantuan presiden itu.

“Saat ini masih dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian terkait kebenaran tersebut, apakah benar ada penimbunan beras Banpres,” ucap Fery.

Menurut informasi dari Fery, lahan kosong tersebut biasanya digunakan untuk parkir JNE.

“Kami sempat agak kaget juga, karena lokasi tersebut sudah beberapa tahun digunakan untuk lokasi parkir JNE,” lanjut Fery.

Menanggapi hal itu, VP of Marketing JNE Pusat, Eri Palgunadi menegaskan, pihaknya dalam menjalankan bisnis selalu mengedepankan nilai-nilai berbagi, memberi, menyantuni dan saling menghargai serta menghormati seluruh pihak baik internal maupun eksternal perusahaan.

“Sebagai perusahaan Nasional yang bergerak di bidang jasa kurir ekspres dan logistik, JNE terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan, masyarakat serta pemerintah. Oleh karena itu sebagai bentuk dukungan terhadap hal tersebut, JNE mendukung program Pemerintah dalam proses distribusi beras bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat bekerjasama dengan pihak terkait,” paparnya.

Selain itu, Eri menjelaskan, dalam perjalanannya JNE selalu mematuhi dan mengikuti peraturan yang berlaku serta selalu menjalankan standard operating procedure perusahaan dengan sebaik mungkin.

Jadi, dia mengklarifikasi bahwa pemberitaan penimbunan beras di Depok itu tidak benar adanya.

“Terkait dengan pemberitaan temuan beras bantuan sosial di Depok, tidak ada pelanggaran yang dilakukan, karena sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerjasama yang telah disepakati dari kedua belah pihak,” ungkapnya.(ger/rdep)