Jelang Kemarau, Ini Warning dari BPBD Cianjur

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Musim kemarau harus menjadi perhatian bagi masyarakat Kabupaten Cianjur. Pasalnya, bukan hanya berdampak terhadap ketersediaan air saja. Tetapi, patut diwaspadai terjadinya kebakaran seperti kebakaran lahan, hutan dan rumah.

Sekretaris BPBD Cianjur, Rudi Wibowo mengatakan, memasuki musim kemarau 2022 ini, harus mengantisipasi berbagai bencana alam seperti, kebakaran lahan, kebakaran hutan dan kekeringan.

“Di musim kemarau ini perlu kita antisipasi kejadian bencana alam yang kerap terjadi seperti kebakaran lahan, kebakaran hutan dan kekeringan atau kekurangan air bersih,” ujarnya.

Lanjut Rudi, pihaknya menyiagakan sebanyak 1.800 suka Relawan Tangguh Bencana (Retana) dan Desa Siaga untuk melakukan pendataan. Serta, segera melakukan penanganan cepat ketika warga kesulitan mendapatkan air bersih, kebakaran lahan, hutan, rumah di musim kemarau.

Selain itu, pihaknya sudah memetakan daerah mana saja yang rawan terjadi kekeringan dan terdampak. Seperti di bagian Utara, Timur dan Selatan, sehingga relawan diminta segera melapor.

“Untuk delapan kecamatan yang rawan kekeringan dan kebakaran itu setiap tahun seperti Kecamatan Cijati, Kadupandak dan Cibinong, Sukaluyu, Ciranjang, Bojongpicung, Haurwangi, Cikalongkulon dan Sukaresmi. Retana akan dilakukan pendataan kembali dan segera melaporkan tindakan cepat yang dapat dilakukan,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk penanganan cepat di wilayah utara dan timur, pihaknya sudah menyiagakan truk tangki air berkoordinasi dengan PDAM Cianjur guna memasok air bersih. Truk akan dipusatkan di beberapa titik penampungan yang mudah dijangkau warga seperti di Kecamatan Cikalongkulon dan Haurwangi.

Sedangkan untuk wilayah selatan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kecamatan dan desa, untuk mengaktifkan kembali sumur bor atau stok air bersih dari cabang PDAM terdekat. Sehingga saat kesulitan mendapatkan air, dapat terpenuhi.

“Kami juga akan melibatkan organisasi kemanusiaan yang memiliki fasilitas truk tangki untuk bersama mengatasi kesulitan air ketika terjadi kekeringan yang perlu mendapat penanganan cepat dan juga kita berkerja sama dengan Damkar yang ada di wilayah Cianjur untuk membantu ketika ada kebakaran lahan, hutan dan rumah warga,” papanya.

Maka dari itu, Rudi mengimbau kepada masyarakat jangan coba-coba membuka lahan pertanian dengan cara dibakar. Ia pun mewanti-wanti penggunaan memasak di dapur yang menggunakan bahan bakar kayu.

Menurutnya, banyak masyarakat di daerah pedesaan pada musim kemarau melakukan pembukaan lahan untuk membabat dan melakukan pembersihan dengan cara dibakar.

“Nah, itu yang harus kita di antisipasi. Jadi masyarakat juga harus tahu resikonya kalau misalkan melakukan pembakaran hutan atau lahan lalau terjadi angin kencang sehingga kobaran api itu bisa terbawa angin dan menjadikan kebakaran hutan atau lahan yang memang di musim kemarau ini bisa saja terjadi,” tutupnya. (kim)