Jalan Rusak, Warga Cikalongkulon Sakit Harus Ditandu

RADARCIANJUR.com- Warga Kampung Halimun, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalongkulon harus ditandu menggunakan bambu dan kain sarung lantaran jalan yang rusak parah sehingga ambulan tidak bisa masuk .

Diketahui seorang pria tua itu tengah sakit dan akan dibawa ke rumah sakit agar segera ditangani.

Berdasarkan video viral berdurasi 24 detik di media sosial itu tampak beberapa orang warga memandu seorang kakek menggunakan dua sarung yang digantungkan pada sebilang batang bambu menyusuri jalan yang rusak parah.

Asep suparman (25) warga Kampung Halimun, mengatakan warga tersebut tengah dalam keadaan kritis akibat benturan di bagian kepala

Ia dan warga lainnya terpaksa menggunakan cara tersebut lantaran ambulan tak bisa masuk ke lokasi akibat akses jalan rusak dan tak bisa dilewati kendaraan roda empat.

“Ambulan tidak bisa ke lokasi, hanya bisa sampai ujung jalan aspal. Makanya warga dan relawan inisiatif untuk tandu kakek Anan untuk sampai titik jemput ambulan,” Katanya, Kamis (04/08/2022).

Kondisi seperti sudah sering terjadi dan menjadi pemandangan yang biasa di desa tersebut, bahkan jika musim hujan acap kali kendaraan tidak bisa masuk ke kampung untuk membawa orang sakit.

“Ini bukan yang pertama tapi sudah yang kesekian kakalinya. Kalau ada warga yang sakit dan harus di bawa ke puskesmas atau rumah sakit, pasti ditandu. Apalagi kalau sudah hujan deras, jalan yang rusak parah jadi licin,” ujarnya.

Lebih miris lagi jalan sepanjang 2 kilometer itu sering dilewati masyarakat untuk membawa tandu berisikan orang sakit dan membutuhkan waktu dua jam untuk sampai di Rumah Sakit terdekat.

“Kalau pakai motor dan jalan bagus, paling butuh waktu 10 menit. Tapi karena rusak, memandu orang itu bisa memakan waktu hingga 2 jam. Kasian pasien yang darurat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mekarjaya Ayub Jumyati, mengatakan, pihaknya sudah berupaya mengirimkan ambulan untuk bisa menjemput warga yang sakit.

Tetapi kendala akses jalan rusak kerap menyulitkan dalam upaya penjemputan.

“Kendalanya kondisi jalan, kita sudah upayakan agar ambulan sampai ke tujuan. Tapi ternyata saat masuk ke akses Kampung Halimun, warga yang sakit itu sudah ditandu,” katanya.

pihaknya pun berulangkali mengajukan agar jalan tersebut mendapatkan bantuan dana untuk perbaikan.

“Sudah sering ajukan bantuan, karena kalau dari dana desa tidak akan sanggup. Tapi sampai sekarang belum ada respon. Adapun bantuan belum cukup untuk memperbaiki jalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Cianjur Atep Permana mengaku prihatin dengan akses jalan di Desa tersebut sehingga menyulitkan masyarakat untuk menempuh fasilitas kesehatan.

“Saya sangat prihatin dengan adanya kejadian tersebut. Semoga kejadian ini tidak terulang di kemudian hari,” kata Atep.

Selain itu Politisi Partai Golkar ini berharap pemerintah kabupaten Cianjur agar membangun fasilitas kesehatan di desa itu agar mudah terjangkau oleh masyarakat.

“Saya berharap agar pemerintah cianjur dapat mempermudah akses kesehatan yang mudah dijangkau oleh masyarakat di semua wilayah,” pungkasnya. (byu)