Hakteknas Ajang Perkokoh Kebun Raya

General Manager Kebun Raya Cibodas, Marga Anggrianto

RADARCIANJUR.com – Hari Kebangkitan Teknologi Nasional atau yang disingkat Hakteknas yang dirayakan setiap 10 Agustus adalah salah satu hari penting dalam sejarah nasional yang diperingati sebagai tonggak sejarah kebangkitan teknologi nasional.

Hakteknas juga bertujuan untuk memberikan dorongan kepada masyarakat untuk terus menerus membangkitkan daya inovasi dan kreasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Saat ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menyusun pengganti Perpres no 93 tahun 2011.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan hal ini untuk mengakomodir kebutuhan terkini serta dinamika yang harus segera diantisipasi dalam pembangunan kebun raya dan juga untuk memperkuat posisi dan manfaat Kebun Raya, sekaligus bertujuan untuk mendorong integrasi Kebun Raya Daerah agar tidak sekedar menjadi Kawasan konservasi ex-situ, tetapi juga pusat edukasi sains serta pembinaan UMKM berbasis teknologi yang kelak akan menjadi KST (Kawasan sains dan Teknologi) di berbagai daerah.

Dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ini, General Manager Kebun Raya Cibodas, Marga Anggrianto mengatakan Kebun Raya Cibodas telah melakukan inovasi bersama dengan seluruh stakeholder sivitas Kebun Raya Cibodas untuk menjadikan Kebun Raya Cibodas bukan hanya sebagai destinasi wisata, melainkan sebagai pusat konservasi, edukasi sains dan teknologi, yang sejalan dengan semangat memperkuat posisi dan manfaat Kebun Raya.

“Ini dibuktikan dengan keberadaan Rumah Kaca Konservatori Kebun Raya Cibodas yang sebelumnya selalu kosong sejak awal selesai dibangun beberapa tahun yang lalu, namun melalui inovasi dan semangat tersebut kini Rumah Kaca Konservatori tersebut bisa terisi dengan kekayaan hayati Indonesia sekaligus berfungsi sebagai pusat edukasi yang dapat diakses oleh publik pada pertengahan tahun 2022 ini,” paparnya.

Marga menambahkan bahwa dengan dibukanya Rumah Kaca Konservatori ini memang terasa spesial, bukan karena pembukaan tempat baru seperti biasa.

“Dalam kondisi pandemi seperti ini, pembukaan Rumah Kaca ini merupakan kreasi bersama seluruh stakeholder dan secara simbolis merupakan kebangkitan dan upaya gotong royong mewujudkan semangat memperkuat peran Kebun Raya ditengah tantangan Pandemi Covid-19,” ujar pria lulusan Inggris tersebut.

Sebagai pusat edukasi sains, Kebun Raya Cibodas rutin menerima kunjungan dari kalangan pelajar baik itu SD maupun tingkat mahasiswa yang melakukan science tour dimana pihak Kebun Raya Cibodas menghadirkan peneliti BRIN yang ahli di bidangnya, dalam masa pembatasan ketat kemarin pun Kebun Raya Cibodas berinovasi dengan menjalankan Virtual Tour ketika sekolah-sekolah masih menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), sehingga Kebun Raya tetap dapat memberi kontribusi fungsi edukasi walaupun terjadi pembatasan secara ketat sewaktu infeksi Covid sedang tinggi-tingginya.

Bahkan Kebun Raya Cibodas juga sering menerima kunjungan tidak hanya dari pelajar, namun juga dari Pemerintah Daerah yang melakukan studi banding dalam hal percontohan manajemen tata kelola Kebun Raya sebelum melakukan pembangunan Kebun Raya Daerah di daerahnya masing-masing.

Menurut Marga, kolaborasi semua pihak yang terjadi secara organik di Kebun Raya Cibodas merupakan perwujudan inovasi ekosistem Penta-Helix (ABCGM), yaitu kolaborasi 5 (lima) unsur stakeholder (Akademisi, Bisnis, Community, Government & Media) untuk pengelolaan dan pemanfaatan IPTEK Kebun Raya secara berkelanjutan.

Sebagai mitra BRIN dalam pengelolaan Kebun Raya, pihaknya juga aktif melakukan riset terutama yang terkait langsung dengan pelayanan publik seperti riset pengembangan produk ataupun riset consumer behaviour. Ini sejalan dengan posisi Kebun Raya sebagai platform riset.

“Pada momen Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ini, dengan besarnya kekayaan hayati yang luar biasa yang dimiliki oleh Indonesia, dibutuhkan kesadaran bersama dan kolaborasi seluruh komponen bangsa agar posisi dan manfaat Kebun Raya di seluruh Indonesia dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai science center dan sebagai pilar dalam membangkitkan Green-Economy yang berkelanjutan di Indonesia,” tutup Marga. (rls)