Pelesiran Bodong Empat Hari Cuma Diganjar Teguran

KUMPUL DI MANDE: Plt Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Akib Ibrahim memberikan pembinaan dan teguran dari Disdikpora kepada pejabatnya dan para kepala sekolah SMP yang telah melakukan pelesiran tanpa izin ke Bromo beberapa hari lalu.

RADARCIANJUR.com – Sejumlah pejabat dan Kepala Sekolah tingkat SMP hanya diberi sanksi ringan berupa teguran dan pembinaan atas kegiatan pelesiran tak berizin ke Bromo, Jawa Timur selama empat hari terhitung dari tanggal 5 sampai 8 Agustus 2022 dalam rangka workshop dan evaluasi kurikulum merdeka belajar.

Pelesiran yang dilakukan sempat menuai banyak kritik dari berbagai pihak karena dilakukan di hari jam kerja di tengah kondisi siswa-siswi dihadapkan pada tahun ajaran baru.

Selain itu pelesiran tersebut disorot karena tanpa seizin Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur selaku pimpinan tertinggi di intansi itu.

Plt Kepala Disdikpora Cianjur, Akib Ibrahim mengatakan, telah memanggil pihak-pihak yang terlibat pelesiran ke Bromo, Jawa timur.

“Kami sudah memanggil Plt Sekdis, Kabid PAUD dan puluhan Kepala SMP bertempat di SMPN 2 Mande,” katanya, Selasa (09/08).

Kabid SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Helmi Halimudin menyatakan ia tak ikut dalam rombongan pelesiran ilegal itu.

Sebelumnya ia telah melayangkan surat ke setiap Kepala SMP yang terkait dengan keberangkatan ke Bromo dan juga melakukan pemanggilan kepala pejabat Disdikpora yang ikut terlibat. “Hari kemarin kami melayangkan surat ke semua kepala sekolah SMP yang ikut workshop,” kata Helmi.

Mengenai sanksi yang diberikan atas kegiatan ilegal itu, pihaknya mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 94 tahun 2021 tentang masalah disiplin ASN.

“Diberikan sanksi ringan, mereka pun sudah mengakui bersalah selama dua hari melakukan kegiatan pelesiran pada hari Kamis dan Jum’at. Kemudian kita muat dalam berita acara,” ujarnya.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Cianjur, Budi Mulyadi yang mewakili para kepala sekolah SMP mengatakan, ada 83 kepala SMP baik swasta maupun negeri yang ikut rombongan pemberangkatan.

Ia dan para kepala sekolah pun berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan mengakui kesalahannya. “Insya Allah kami tidak akan mengulanginya lagi karena ini mengganggu jam pelajaran sekolah,” tandasnya. (byu)