Angka Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan di Cianjur Masih Tinggi

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Cianjur sampai Agustus 2022 tercatat ada 22 kasus.

Data tersebut sesuai dengan data P2TP2A dan P4AK Kabupaten Cianjur dalam delapan bulan terakhir.

Dalam rentang waktu dari bulan Januari hingga Agustus tahun 2022, jika dihitung rata-rata maka di setiap bulannya ada 2,75 kasus terjadi di kabupaten Cianjur.

Hal tersebut tentu sangat mengagetkan, mengingat julukan Cianjur yang merupakan kota Tatar Santri.

Ketua P2TP2A sekaligus P4AK Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar menyebutkan, sebanyak 22 kasus kekerasan anak dan perempuan dibagi beberapa kategori.

“Kategori tersebut di antaranya enam kasus pencabulan, tiga kekerasan fisik atau psikis, dua kasus bullying, tiga kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tiga kasus trafficking, serta sebanyak tujuh kasus kekerasan melalui medsos termasuk rujukan kasus,” katanya.

Beberapa kasus kekerasan anak dan perempuan diselesaikan secara hukum di luar pengadilan.
“Jadi ada beberapa kasus non litigasi dan konseling yang kami tangani,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Cianjur Herman Suherman mengaku prihatin dengan maraknya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Ia pun akan memerintahkan instansi terkait untuk menanganinya agar kejadian serupa tak terjadi ke depannya.

“Sangat prihatin, saya akan memerintahkan instansi terkait menangani permasalahan ini,” tandasnya.(byu)