Isu Harga BBM Naik, Warga Cianjur Bondong-bondong Serbu SPBU

DOMINASI MOTOR: Pengendara rela mengantre untuk mengisi bensin di SPBU 34-43215 Jalan KH Abdullah Bin Nuh malam tadi.

RADARCIANJUR.com – Sinyal-sinyal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus memojok hingga penghujung Agustus 2022. Hingga tadi malam, minus hitungan jam, antrean mengular terlihat di sejumlah SPBU Kota Cianjur.

Penampakan antrean panjang kasat mata saat melintas di Jalur Panembong. Sejumlah kendaraan roda dua dan empat memenuhi area SPBU 34-43204.

BACA JUGA : Efek Domino jika Harga BBM Bersubsidi Naik

Bahkan, arus lalu lintas di urat nadi Cianjur-Cipanas itu sempat mengalami kemacetan pendek. Pasalnya, tak sedikit kendaraan dari arah Cianjur menuju Cipanas yang hendak mengisi BBM.

Penuhnya volume kendaraan itu memang sudah terjadi sejak siang kemarin hingga tadi malam sekitar pukul 20:00 WIB. “Sengaja mau isi (BBM) takutnya besok (hari ini, red) benar mau naik,” ujar salah satu pengendara Lia Frienda (46).

Menurut wanita berambut panjang ini, antrean panjang bukan menjadi kendala. “Ya itu tadi (takut naik). Kalau gak naik ya gak apa. Ini mau isi full,” tambah warga Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur ini tadi malam.

Antrean panjang di SPBU Panembong membuat sejumlah kendaraan memilih untuk mengisi bensin di SPBU 34-43221 Cangklek.

Namun ketika sampai di sana, antrean panjang pun tak bisa terhindarkan. “Tadinya mau isi Pertalite. Cuma panjang banget (antrean). Jadi ya isi Pertamax aja biar cepet,” papar Andy Ramadhany (28), warga Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur ini dari balik setir mobilnya.

Berdasarkan pantauan Radar Cianjur, antrean kerap terjadi dan terus bertambah seiring dengan waktu. Jam-jam pasca aktivitas bekerja membuat antrean semakin panjang.

Tak terkecuali di SPBU 34-43215 Jalan KH Abdullah Bin Nuh. Antrean kendaraan tadi malam memang didominasi sepeda motor. Meski ada beberapa mobil pribadi dan angkutan kota (angkot) yang tak ingin ketinggalan mengisi bensin.

Alasan beberapa pengendara sama dengan yang lain: takut hari ini BBM naik. “Pemerintah memang belum pasti ya mau menaikan atau tidak. Tapi sekarang yang penting isi dulu,” ungkap Muhammad Yusuf (29), warga Desa Palasari, Kecamatan Cipanas.

Sales Branch Manager Pertamina Cianjur, Bagus Septiardy memaparkan, kepastian naik tidaknya harga BBM bukan menjadi keputusan Pertamina semata. Kedepannya, kenaikan BBM merupakan wewenang dari pemerintah. “Belum pasti ya (naik BBM). Kami juga masih standby menunggu. Itu benar-benar kewenangan pemerintah,” ulasnya.

Untuk itu, sembari menunggu, pihaknya pun akan segera melakukan pemantauan kondisi terkini setiap SPBU yang ada di Cianjur. “Segera akan kita pantau langsung ke lapangan,” jelasnya.

Untuk diketahui, Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan semua faktor dalam penentuan kenaikan harga BBM. Mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga keberlanjutan APBN. “Kita pokoknya lihat seluruh faktor dalam hal ini. Yang harus diseimbangkan tadi, growth, inflation, daya beli, APBN,” ungkap Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga bicara sejauh ini pemerintah berhasil menahan kenaikan tingkat inflasi karena memberikan subsidi energi yang terus menerus naik hingga tiga kali lipat. “Banyak negara hadapi inflasi di atas 8-9%. Karena kita naikkan subsidi BBM sampai tiga kali. Nilainya sampai Rp502 triliun. Itu yang sebabkan harga-harga relatif bisa dikendalikan, kemarin pun inflasi disumbangkan lebih banyak oleh makanan bukan administered prices,” sebut Sri Mulyani.(yaz/dtk)