Kecelakaan Maut di Bekasi, 10 Orang Meninggal Dunia

ruk tronton menabrak halte, Anak Sekolah dan menara tower di depan SDN Kota Baru II dan III, Jalan Raya Sultan Agung, Bekasi Barat, Rabu (31/8).

RADARCICNJUR.com, BEKASI – Sebuah kontainer menyeruduk halte, sejumlah anak sekolah dan menara tower di Jalan Raya Sultan Agung, Kota Baru, Bekasi Barat, Rabu (31/8) pagi.

Peristiwa kecelakaan maut ini terjadi tepatnya di depan SDN Kota Baru II dan III.

BACA JUGA : Kecelakaan Maut di Bekasi, Truk Tronton Tabrak Halte Hingga Anak Sekolah

Korban yang meninggal dalam kecelakaan maut tersebut tercatat 10 orang dan korban luka-luka 19.

Lokasi kecelakaan maut yang menyebabkan korban meninggal dan luka-luka ramai dikunjungi warga.

Warga yang datang ke lokasi kecelakaaan tidak hanya dari warga lingkungan sekitar, tetapi warga penggunaan jalan juga ikut berhenti. Mereka ingin mengetahui apa penyebab kecelakaan itu terjadi yang menyebabkan korban meninggal 10 orang dan luka-luka 20 orang, Rabu (31/8).

Meskipun, korban luka-luka maupun korban meninggal sudah dievakuasi ke rumah sakit. Begitu juga dengan lokasi kejadian yang sudah disterilkan dari puing-puing kejadian kecelakaan.

Pantauan Radar Bekasi (Grup Radar Cianjur), terlihat warga masih ramai menyambangi lokasi kejadian tersebut. Bahkan pihak kepolisian pun masih berjaga dan mengamankan lokasi kejadian agar tidak ada warga yang berkerumun.

Hingga saat ini arus lalulintas di Lokasi kecelakaaan ramai lancar. Tidak ada kemacetan semua mulai kembali normal untuk lalulintas di lokasi.

Ramdan (42) salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian mengatakan, dirinya melihat ke lokasi kejadian ingin mengetahui apa penyebabnya hingga banyak korban yang meningal dan luka-luka.

“Saya ingin tahu aja. Apa sebenarnya yang terjadi. Sampai banyak korban. Makanya saya langsung lihat ke lokasi bersama kawan-kawan,” ungkapnya.

Begitu juga dengan Lina (32) mengaku, dirinya datang ke lokasi agar lebih jelas lagi kejadiannya seperti apa.

Meskipun lumayan jauh jarak lokasi kecelakaan dengan rumahnya, Lina ingin mengetahui lebih pasti lagi sebenarnya kejadian itu.

“Sambil cari tahu sama warga aja bang. Setelah saya tahu kejadiannya seperti apa. Saya puas mendengarnya langsung dari lokasi. Tinggal nanti detailnya dari berita,” terangnya. (pay)