Sepanjang 2022, Ada 38 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Cianjur

Ilustrasi Pelecehan Seksual
Ilustrasi Pelecehan Seksual

RADARCIANJUR.com– Sepanjang tahun 2022, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur mencatat terdapat 38 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan sepanjang awal tahun hingga Agustus 2022.

Dari rentan waktu dari bulan Januari 2022 tersebut, rata-rata setiap bulannya jika dipersentasikan terdapat 4,75 persen kasus terjadi.

BACA JUGA : Kekerasan Anak dan Perempuan Tinggi, Ini Kata Psikolog

Ketua P2TP2A sekaligus P4AK Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar menyebutkan, ada sebanyak 38 kasus kekerasan anak dan perempuan di Cianjur, dan ini dibagi beberapa kategori.

Kategori tersebut yakni 14 kasus persetubuhan, enam kasus pencabulan, tiga kekerasan fisik atau psikis, dua kasus bullying atau perundungan tiga kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tiga kasus trafficking serta tujuh kasus kekerasan melalui media sosial.

“Setiap tahunnya tidak menentu kasus yang menjadi dominan, tapi di tahun ini paling banyak kasus persetubuhan dan pencabulan,” ujarnya.

Guna menurunkan angka kekerasan di Kota Santri, pihaknya terus melalukan edukasi, desiminasi, kampanye, sosialisasi dimulai dari lingkungan domistik, publik, lingkungan sekolah, masyarakat, pengajian dan lainnya.

“Hal ini dilakukan agar meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat, selain itu juga sosialisasi lembaga layanan agar masyarakat dapat mengakses layanan apabila melihat atau terjadinya kekerasan,” ungkapnya.

Lidya menambahkan, semua pihak pun harus kerjasama mulai lembaga pemerintah atau negara, APH lembaga terkait, swasta, NGO, ormas dan lembaga lainya agar tujuan bersama cepat tercapai.

“Maka dari itu, bagi masyarakat yang mengalami atau menemukan kejadian atau kekerasan agar segera melapor dan konsultasi ke lembaga-lembaga khusus dalam penanganan anak dan perempuan,” tuturnya.

Dirinya pun mengimbau kepada seluruh orang tua untuk meningkatkan pengawasan atau ketahanan keluarga dalam ranah domistik

“Dan juga dapat bekerjasama dengan guru agar tercapai sekolah ramah anak di Cianjur,” tutupnya. (kim)