Miris, Begini Kondisi Taman Makam Pahlawan Kondang Majalaya Saat Ini

MAJALAYA – Kondisi Taman Makam Pahlawan (TMP) Kondang memprihatikan. TMP Kondang berada di Kampung Kondang RT 06 RW 10 Blok B, Desa Majalaya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Puluhan tahun berdiri, kini kondisi TMP yang memiliki luas 16×20 meter persegi itu, memperlihatkan kondisi yang kian mengkhawatirkan. Sebuah pusara yang menjadi saksi bisu pelbagai peristiwa yang terjadi di Majalaya, mulai dari perang kemerdekaan, hingga peperangan melawan DI/TII.

Benteng yang mengitari seluruh makam, sebagain sudah runtuh. Tembok depan TMP pun rapuh, serta catnya luntur di makan waktu. Di depan makam, ratusan kendaraan roda dua terparkir hampir setiap hari. Namun, bukan kendaraan milik para peziarah, melainkan kendaraan milik warga sekitar serta para siswa yang sekolahnya tak jauh dari lokasi TMP.

Tulisan Taman Makam Pahlawan yang terpampang di depan makam juga nampak tak layak lagi. Warna memudar serta besi yang rapuh, seolah menandakan TMP tersebut sudah lama tak dikunjungi.

Juru Pelihara TMP Kondang, Adeng (70) yang juga warga sekitar mengatakan, kondisi tembok makam yang rubuh tersebut, terjadi sejak masa Pandemi Covid-19. Tembok yang mengelilingi TMP itu, kata dia, di bangun tahun 2005 oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung.

Sebelumnya, TMP Kondang hanya dikelilingi oleh ram kawat, yang dipasang atas swadaya masyarakat setempat. “Dulu mah pake kawat, cuma setelah diajukan ke Pemerintah, baru di tembok,” kata Adeng, Selasa (30/8).

Ia mengaku, kondisi TMP Kondang yang sekarang telah dilaporkan ke pihak Desa serta Pemerintah, namun hingga kini belum ada respon. Kendati kondisi makam masih seperti itu, pada perayaan kemerdekaan kemarin, pemerintah setempat masih melalukan ziarah.

“17 Agustus kemarin masih ada kok yang ziarah, sekarang juga kadang keluarga yang dimakamkan di sana masih suka ziarah,” ungkapnya.

Selain kondisi benteng yang mengkhawatirkan, ia menyebut, keramik beberapa makam pun sudah mulai mengelupas. Hal ini, disebabkan belum adanya pemugaran keramik makam. Selain itu, TMP Kondang kerap terendam banjir ketika hujan lebat.

“Kerap diterjang banjir yang menyebabkan keramik mengelupas dan tembok runtuh,” imbuhnya.

Saat ini, di makam tersebut tinggal bersemayam 13 “kusumah bangsa” yang ikut bertempur di pelbagai palagan. Mulai dari pertempuran merebut kemerdekaan, hingga pasukan yang menjadi korban keganasan DI/TII.

Pada tahun 1963, sambung Adeng, banyak jenazah tentara yang dipindahkan oleh keluarganya. “Di sini juga banyak makam Laskar Wanita Indonesia (Laswi) ada sekitar 18 peti, tapi tahun 1972 di pindahkan oleh keluarganya,” imbuhnya.

Sementara Camat Majalaya Gugum Gumilar mengatakan, terkait renovasi dan pemugaran TMP bukan merupakan kewenagan pihak Kecamatan. Ia mengaku, persoalan TMP itu sudah disampaikan ke Pemda Kabupaten Bandung.

“Dari hasil diskusi kemarin pada saat Tanggal 17 Agustus 2022 dengan berbagai komunitas, langsung kita follow up ke beberapa dinas terkait, namun belum secara formal, melihat dulu siapa sebenarnya dinas atau perangkat daerah yang bisa menangani urusan TMP ini,” kata dia melalui pesan singkat.

Hingga saat ini, kata Gugum, belum ada kejelasan terkait pengelolaan TMP, namun ia mengaku telah berkomunikasi dan berjanji akan mengawal terkait TMP Kondang.

“untuk TMP ini sepertinya masih belum ada kejelasan harus ke dinas mana, namun tetap akan kita komunikasikan dan kawal termasuk langsung dikomunikasikan ke Pimpinan atau ke Bapak Bupati langsung,” pungkasnya.

(sir)