Ramai-Ramai di Cianjur Rasakan Dampak BBM Naik

Antrian pengendara di SPBU Ciwalen, Warungkondang. Foto : Bayu Nurmuslim/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com- Pasca kenaikan BBM satu hari yang lalu, masyarakat di Cianjur mulai merasakan dampaknya.

Kenaikan BBM pun membuat harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan, ongkos atau tarif angkutan umum juga terpaksa dinaikkan.

Selain itu aturan pembelian BBM dengan aplikasi Mypertamina juga sudah mulai diterapkan.

Disaat BBM mengalami kenaikan, masyarakat pun nampak antri dibeberapa SPBU di Kabupaten Cianjur.

Antrian pengendara sepeda motor di sisi kanan mengisi BBM Pertalite dan kiri mengisi BBM Pertamax terlihat di SPBU Ciwalen, Warungkondang dengan rata-rata antrian 10 hingga 15 kendaraan.

Petugas SPBU Ciwalen Ai Nurhasanah mengatakan, SPBU Ciwalen telah menerima pembelian menggunakan aplikasi Mypertamina.

Namun didominasi oleh pengendara roda empat yang jumlah pemakainya sedikit.

“Ada yang sudah pakai tapi pengendara roda empat, itu juga sedikit. Kebanyakan yang pakai cash saja. Sedangkan untuk roda dua belum ada karena masih tahap sosialisasi,” katanya, Minggu, (04/09/2022).

Dengan adanya kenaikan BBM Ai menambahkan, membuat aktivitas pekerjaannya menjadi lebih bertambah.

“Kalau buat operatornya tidak ribet untuk scan aplikasi Mypertamina untuk mobil. Paling yang belum pakai suka nanya-nanya dan itu makan waktu,” ujarnya.

Sementara itu kenaikan BBM juga dirasakan seorang pedagang di pasar induk Cianjur Udin (34). Ia mengatakan harga BBM naik berdampak kepada harga sayur mayur di daerah setempat.

Diantaranya cabai rawit merah, cabai rawit hijau, cabai tanjung, kentang, bawang merah, bawang putih, brokoli, sawi putih dan tomat.

“Cabai rawit merah semula Rp 40.000 menjadi Rp 45.000, cabai rawit hijau Rp 40.000 menjadi Rp 45.000, cabai tanjung Rp 40.000 menjadi Rp 45.000, kentang Rp 11.000 menjadi Rp 13.000, bawang merah Rp 25.000 menjadi Rp 28.000, bawang putih Rp 25.000 menjadi Rp 28.000, brokoli Rp 15.000 menjadi Rp 20.000 dan sawi putih Rp 3.000 menjadi 3.500
dan tomat Rp 2.000 menjadi Rp 3.000,” katanya

Disisi lain, Sopir angkutan Warungjengkol- Pasirhayam Faisal mengaku, mulai menaikkan ongkos atau tarif. Hal tersebut dilakukannya mengingat harga BBM mengalami kenaikan.

Untuk tarif penumpang umum yang semula 3.000 hingga 4.000 naik menjadi 5.000, sedangkan untuk anak sekolah semula 2.000 kini menjadi 3.000.

“Kami para sopir terpaksa menaikkan tarif karena harga bensinnya juga naik,” tandasnya. (byu)