Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Mulai Naik

Pedagang sembako di Pasar Induk Cianjur. Foto : Bayu Nurmuslim

RADARCIANJUR.com , CIANJUR- Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) tiga hari lalu ternyata mulai berimbas di Kabupaten Cianjur. Di pasar tradisional, sejumlah bahan pokok mulai naik meski belum semua. Kenaikan ini diprediksi akan terus terjadi selama satu hingga dua pekan kedepan.

Kabid Perdagangan Diskuperdagin Kabupaten Cianjur, Agus Mulyana mengatakan, hingga kemarin sudah ada pengawasan dari pihaknya dan fakta di lapangan belum ada kenaikan karena stok komoditi masih yang lama.

Ia memprediksi kenaikan akan terjadi beberapa hari ke depan. “Tiga sampai lima hari ke depan akan terasa dampak kenaikan BBM dengan naiknya kebutuhan,” tandasnya.

Menurut data Bapokting Diskuperdagin Cianjur di September 2022 harga-harga sembako seperti beras berada di kisaran harga Rp10 ribu perkilogram (/kg) hingga Rp11 ribu/kg. Gula berkisar Rp14 ribu/kg hingga Rp16 ribu/kg, minyak goreng perliternya Rp13 ribu hingga Rp15 ribu. Mentega Rp35.000, telur Rp30 ribu/kg hingga Rp32 ribu/kg.

Sedangkan daging ayam Rp30 ribu/kg hingga Rp32 ribu/kg dan terakhir daging sapi masih di kisaran per kg nya Rp130 ribu hingga Rp140 ribu.

Salah satu pedagang sembako di Pasar Induk Cianjur Enceh (50) mengatakan, baru ada dua jenis sembako yang mengalami kenaikan harga. Itupun kenaikannya terbilang sedikit.

“Saat ini gula putih Rp350 ribu yang semula Rp325 ribu per 50 kg dan tepung terigu 245 menjadi 250 per 25 Kg. Kalau yang lainnya belum ada,” katanya.

Ia pun memprediksi kenaikan sembako akan terjadi sepekan kedepan. “Soalnya kan yang di sini stok lama, baru nanti kalau habis pasti harganya akan naik,” ujarnya.

Neng (35) pedagang sayur mayur di Pasar Muka mengatakan, kenaikan harga beberapa jenis sayur, cabai-cabaian dan bawang telah terjadi sebelum adanya pengumuman kenaikan BBM. “Seperti cabai rawit merah semula Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu cabai rawit hijau Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu, cabai tanjung Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu dan jenis lainnya,” kata Neng.

Pengamat Ekonomi FEBI Universitas Suryakancana, Irfan Jamil menilai kenaikan BBM akan memicu naiknya berbagai kebutuhan. “Sangat besar kemungkinannya karena variabel utamanya ada di BBM itu sendiri. Otomatis variabel penyerta yang lain pasti ikut terkerek naik,” ungkapnya. (byu)