Potensi Hama di Cianjur, Masyarakat Dihimbau Waspada

Kantor DTPHPKP Cianjur

RADARCIANJUR.com – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Cianjur, menghimbau agar mewaspadai potensi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Mengingat situasi dan kondisi cuaca saat ini cepat berfluktuasi.

Pasalnya terlebih kondisi cuaca saat ini cepat berfluktuasi terhadap serangan OPT bisa saja lebih masif.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan DTPHPKP Kabupaten Cianjur, Dandan Hendayana mengatakan, potensi serangan OPT selalu saja ada di setiap waktu.

Namun upaya-upaya pengendalian sudah dilakukan sedini mungkin untuk menghindari risiko kerugian cukup besar akibat dampak serangan OPT.

“Memang sejauh ini, serangan OPT tersebut, masih bisa terkendali, namun harus tetap diwaspadai,” katanya.

Berdasarkan data DTPHPKP Kabupaten Cianjur, selama periode Januari hingga Juli tahun ini, lahan tanaman padi yang diserang berbagai OPT seluas 1.054 hektare.

Beruntungnya, serangan dikategorikan ringan sehingga dampaknya tak terlalu signifikan.

“Dampak pasti ada, cuma tidak terlalu signifikan. Masih dalam ambang batas. Insya Allah (produksi padi) masih aman,” ujarnya.

Diketahui hama- hama penggerek batang, tikus, blas, bakteri hawar daun, dan tungro menyerang lahan tanaman padi disebanyak 16 kecamatan. Rinciannya, di Kecamatan Cidaun seluas 3 ha, Naringgul 9 ha, Tanggeung 11 ha, Kadupandak 11 ha, Takokak 9 ha, Pagelaran 20 ha, Campaka 20 ha, Warungkondang 80 ha, Gekbrong 3 ha, Cilaku 90 ha, Sukaluyu 54 ha, Bojongpicung 60 ha, Karangtengah 56 ha, Cianjur 85 ha, Pasirkuda 31 ha, dan Haurwangi 5 ha.

“Yang paling sedikit itu, hama tungro. Hanya sekitar 4 hektare yang diserang tungro. Lokasinya berada di Kecamatan Warungkondang,” pungkasnya. (byu)