3 Tips Berhenti Main Judi

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Judi atau perjudian merupakan salah satu kegiatan negatif yang bisa menimbulkan banyak sekali kerugian.

Kerugian yang bisa ditimbulkan akibat judi bisa sangat berpengaruh terhadap mental dan terutama finansial.

Terlebih jika sudah merasa kecanduan, maka akan sangat sulit rasanya untuk bisa keluar dari jerat perjudian itu sendiri.

Biasanya seseorang akan merasa sangat kecanduan main judi saat menganggap kekalahan sebagai hal yang biasa.

Maka dari itu, pelaku perjudian akan terus bertaruh sampai tidak perduli bagaimana hasilnya nanti ke depan.

Ingat, bahwasannya judi merupakan suatu tindakan negatif dan dilarang oleh agama.

Segeralah berhenti dan lebih baik melakukan sejumlah tindakan atau kegiatan positif yang lebih berguna bagi kehidupan.

Dilansir dari laman RRI, berikut 3 tips agar bisa berhenti dari jerat perjudian.

1. Temukan apa alasan sebenarnya Anda berjudi
Sebuah survei dari National Council on Problem Gambling 2012 menemukan ada sekitar 5,77 juta orang di AS kecanduan judi. Efek dari kecanduan akhirnya mereka sampai membutuhkan perawatan.

Ketahui apa sebenarnya yang menjadi alasan Anda melakukan kebiasaan ini. Anda mungkin ingin mencari kegembiraan dan melupakan masalah hidup sementara.

2. Blokir akses Anda ke berbagai bentuk judi

Blokir yang menyebabkan kecanduan, seperti judi bola atau judi slot online yang kian marak belakangan ini. Kemudian, tutup akses ke semua jenis perjudian lainnya.

Banyak orang berjudi sebagai bentuk pelarian dari stres dan tekanan kehidupan sehari-hari. Namun, Anda pada akhirnya akan menyadari bahwa judi bukanlah solusi.

Kecanduan judi malah akan membawa banyak kerugian yang tak terelakkan bagi diri Anda sendiri.

3. Akui Anda Kecanduan

Dilansir HelloSehat, langkah awal yang bisa Anda lakukan ialah mawas diri dan lapang dada. Cobalah akui menerima kenyataan bahwa Anda sedang mengalami kecanduan judi.

Seperti jenis kecanduan lainnya, pecandu umumnya akan terjebak dalam tahap penyangkalan. Di satu sisi Anda bisa mengakuinya, tetapi di sisi lain ketagihan ingin melakukannya.

Hal ini lazim dialami orang yang kecanduan. Umumnya, penjudi baru berhenti dan berusaha menolak ketika mencapai pada satu titik.(dis)