Pelaku Penusukan Perangkat Desa Diciduk Polisi, Satunya Masih DPO

Konferensi Pers kasus penusukan terhadap perangkat desa di Nyalindung pada Jumpa Press. (Foto : Nandi/RS)

RADARCIANJUR.com, SUKABUMI– Petugas Polres Sukabumi berhasil menangkap dua dari tiga pelaku penusukan terhadap perangkat Desa Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah mengatakan, pihaknya berhasil menangkap dua orang pelaku yakni DL (51) warga Warudoyong, Kota Sukabumi dan MS (29) warga Citamiang Kota Sukabumi.

Kedua pelaku, lanjut Dedy, ditangkap di dua tempat yang berbeda, DL ditangkap di Bantargadung, Kabupaten Sukabumi dan MS ditangkap di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

“Saya ucapkan terimakasih untuk polsek nyalindung, terimakasih untuk tim reskrim dan tim lapangan terimakasih banyak bisa terungkap,” ungkapnya. Selasa, (6/9/2022).

Dijelaskan Dedy, kejadian berawal saat Minggu 28 Agustus 2022 lalu, sekitar pukul 20.30 WIB di kecamatan Nyalindung ada kegiatan memeriahkan 17 Agustus 2022 yang mana saat itu ada acara orgen tunggal di pinggir jalan.

“Korban perangkat desa Karangjaya dengan luka tusukan di leher sehingga langsung meninggal dunia di tempat,” jelasnya.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi saksi, lanjut Dedy serta penyesuaian informasi dari para saksi dan barang bukti yang kita temukan di lokasi kejadian oleh satreskrim dalam peristiwa penganiayaan tersebut dilakukan oleh tiga orang, dua sudah ditangkap sementara satu diantaranya masih DPO.

“Kami menyimpulkan ada 3 pelaku yang baru ke tangkap ada dua pelaku, 1 masih DPO, masih dalam pengejaran,” terangnya.

Adapun peran dari para pelaku tersebut kata Dedy, pelaku DL merasa tidak terima temannya di tegur oleh korban pada saat nongkrong atau duduk di pinggir jalan dengan alasan mengganggu jalan atau mengganggu jalur kendaraan yang melintas.

“Terjadi perselisihan, perkelahian sehingga DL datang langsung menusukan di bagian leher, sehingga berlumuran darah dan meninggal di tempat,” bebernya.

“Pasal yang disangkakan adalah 170 subsider 338, ancaman hukuman maksimal 15 tahun,” imbuhnya.

Sebelumnya, korban tewas ditikam dibagian leher saat menyaksikan HUT RI ke 77 di Kampung Cibangbara, RT 01/RW 02, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Minggu (28/08) malam, tepatnya sekira pukul 20.30 WIB.

(cr2/pojokjabar)