Seragam SMA Kerap Digunakan Non Pelajar, Kadisdik Jabar: Jangan Kebablasan!

Kepala Disdik Jabar Dedi Supandi

RADARCIANJUR.com, BANDUNG – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar) Dedi Supandi angkat bicara soal fenomena seragam SMA putih abu-abu yang digunakan kalangan non pelajar.

Penggunaan seragam putih dan abu-abu kerap dijadikan tema sejumlah kegiatan. Seperti dalam perayaan ulang tahun artis Ussy Sulistiawaty beberapa waktu lalu. Artis yang diundang, mengenakan pakaian putih dan abu-abu.

Bahkan, viral di media sosial pemandu lagu memakai pakaian seragam putih-abu di Tempat Hiburan Malam (THM) Infinity Jalan MH. Thamrin Lippo, Cikarang Selatan.

Kadisdik Jabar Dedi Supandi mengingatkan, seragam putih-abu pelajar SMA memiliki sejarah dan makna yang besar. “Negara tidak asal-asalan tentunya. Penggunaan seragam bagi seluruh sekolah kan tujuannya itu untuk menumbuhkan rasa persamaan yang selaras dengan sila ketiga yakni persatuan Indonesia,” ujar Dedi, Senin (5/9/2022).

Dedi mengungkapkan, sejarah seragam SMA putih abu-abu, berkaitan dengan Surat Keputusan 052/C/Kep/D.82 Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah guna menghilangkan sikap eksklusivitas agar kesenjangan yang terjadi antar peserta didik berkurang.

“Sehingga tidak ada lagi perbedaan antar peserta didik antara lain suku, agama, ras, dan golongan dalam mengakses pendidikan,” jelasnya.

Menurut Dedi, ada makna yang besar di balik warna putih dan abu-abu pada seragam pelajar SMA. Di mana hal itu menggambarkan ketenangan dan kedewasaan yang sudah mulai dimiliki oleh anak pada jenjang tersebut.

“Begitu pula pada seragam SD dan SMP. Semua ada maknanya kenapa SD putih dan merah, atau SMK putih dan biru,” tuturnya.

Terkait seragam putih dan abu-abu digunakan oleh non pelajar, Dedi menilai, memang bukan suatu hal yang menyalahi aturan. Namun demikian, ia berharap non pelajar yang menggunakan seragam putih abu-abu jangan kebablasan.

“Misalnya seperti yang viral di media sosial itu, seragam putih abu digunakan di tempat hiburan malam. Kan ini mencoreng dunia pendidikan. Makanya saya setuju kalau ini ditindak lebih lanjut,” pungkasnya.

(dbs)