Tebing Lima Meter di Bojongpicung Ambrol Timpa Satu Rumah Warga

AMBRUK: Satu rumah warga terdampak longsor yang diakibatkan hujan deras, selain itu turut terjadi pergerakan tanah di Kampung Tagog Rt3 Rw6 Desa Sukarama Kecamatan Bojongpicung. (Foto Istimewa)

RADARCIANJUR.com- Curah hujan yang tinggi beberapa waktu yang lalu meninggalkan beberapa bencana di Kabupaten Cianjur selain banjir. Di Kampung Tagog Rt3 Rw6 Desa Sukarama Kecamatan Bojongpicung terjadi longsor dan pergeseran tanah.

Tebing dengan panjang 15 meter dan tinggi delapan meter ambrol yang mengakibatkan satu rumah warga terdampak. Lima lainnya terindikasi dalam radiasi rawan bencana.

Sekdes Sukarama, Wawan mengatakan, terjadinya longsor tebing dan pergeseran tanah di Kampung Tagog Desa Sukarama, itu diakibatkan curah hujan yang cukup deras dan lama.

“Longsornya tebing kurang lebih sepanjang 15 meter dengan ketinggian delapan meter, sedangkan pergerakan tanah sejauh 25 meter dengan lembah satu meter, hingga material longsor menghalangi akses jalan menuju Kampung Ciseto, untuk mengevakuasi tanah longsoran akan dikerjakan dengan cara gotong royong warga,” ujarnya.

Pemilik rumah yang kondisinya terdampak pun dievakuasi ke rumah tetangga atau warga sekitar yang masih dalam kondisi aman.

Sementara itu, Kapolsek Bojongpicung, AKP Eriyanto beserta jajarannya meninjau lokasi bencana alam longsor, pergeseran tanah dan sekaligus melaksanakan bakti sosial membagikan paket sembako pada warga setempat.

“Kejadian ini kami ketahui atas adanya laporan dari Pemerintah Desa Sukarama dan dari masyarakat setempat. Kami pun secara cepat mendatangi lokasi kejadian serta memberikan beberapa sembako untuk yang terdampak,” tuturnya.

Pihaknya pun mengimbau kepada semua masyarakat sekitar untuk berhati-hati terlebih dalam kondisi cuaca yang cukup ekstrem.

Jika kondisi semakin tidak kondusif untuk segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman. (kim)