Janda di Haurwangi Menangkan Gugatan Tanah Setelah Lima Tahun Berjuang

Ayi Irma dan sang anak saat berada di di kantor O K Jajuli dan partner.

RADARCIANJUR.com– Seorang Janda tua di Kampung Sipon, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi Ayi Irma (52) lima tahun mencari keadilan untuk memperjuangkan hak tanah yang selama ini dikuasai oleh tetangganya DD dan istrinya.

Akhirnya perjuangannya dikabulkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Cianjur sehingga dengan rasa syukurnya sujud syukur karena merasa keadilan akhirnya berpihak kepadanya.

Kronologis bermula beberapa tahun ke belakang Ayi Irma bercerai dengan mantan suaminya. Dalam proses perceraian tersebut surat-surat tanah dititipkan di mantan suaminya.

Namun tiba-tiba, sang mantan suami malah mengadaiakan tanah yang masih atas nama Ayi Irma itu ke rentenir sebesar Rp 5 Juta untuk biaya proses perceraian.

Seiring berjalannya waktu, tanah tersebut rupanya dijual sang rentenir ke tetangganya Ayi Irma karena tak ada penyelesaian untuk pengembalian uang dari mantan suaminya.

Mantan suami Ayi Irma pun meninggal dan membuat permasalahan menjadi semakin rumit.

Kuasa hukum Ayi Irma, Gilang Arvasendra dan Elan Setiawan. SH, mengatakan, tepatnya satu minggu berlalu semenjak di bacakannya Putusan Pengadilan Negeri Cianjur Nomor Perkara 17/Pdt.G/2022/PN pada Tanggal 8 September 2022 Perkara Tentang Perbuatan Melawan Hukum atas sebidang tanah milik ibu Ayi irma.

“Jadi itu tanpa hak dikuasai oleh orang lain selama kurun waktu 5 tahun lamanya,” katanya, Kamis, (15/09/2022) di kantornya di Jalan KH Abdullah Bin Nuh.

Selain itu, kliennya pun merasa keberatan dengan adanya pembangunan sebuah bangunan untuk kepentingan bisnis ditanah seluas 154 meter persegi miliknya.

Kliennya pun sempat mengajak kepada DD dan istrinya untuk berunding, namun mereka bersikeras pada pendiriannya.

“Jadi klien kami pada tahun 2011 membeli tanah itu dan dibuatkan akta jual di PPATS Kecamatan Haurwangi, namun pada tahun 2017 tiba-tiba tanahnya itu di bangun kos-kosan empat pintu oleh saudara DD dan istrinya,” ujarnya.

Saat ini kliennya pun telah berhasil mendapatkan hak berupa tanah yang telah diperjuangkannya susah payah.

“Harapan ibu Ayi Irma tentu adalah tanahnya bisa kembali dan bisa dimanfaatkan oleh dirinya beserta keluarganya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,” tandasnya. (byu)